PERISTIWA
Harry dan Meghan Kembali ke Inggris: Keputusan Mengejutkan atau Sementara?
Harry dan Meghan mengejutkan publik dengan keputusan untuk menetap kembali di Inggris setelah tinggal di AS.
PANTAU24.com – Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang dikenal sebagai Duke dan Duchess of Sussex, telah memutuskan untuk kembali tinggal di Inggris. Mengapa mereka pindah sekarang? Keputusan ini cukup mendadak, meskipun telah ada diskusi umum tentang kemungkinan menghabiskan lebih banyak waktu di Inggris, keputusan untuk kembali baru-baru ini diambil.
Keluarga ini sempat mengunjungi Inggris pada bulan Juli lalu. Selain menghabiskan waktu dengan Raja di Highgrove, Harry, Meghan, serta anak-anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, menikmati waktu bersama keluarga mendiang ibu Harry, Diana, Princess of Wales. Kunjungan ke Eropa, termasuk waktu yang dihabiskan di Portugal, menegaskan keinginan mereka untuk kembali ke Inggris.
Pindahnya keluarga ini tidak dipicu oleh masalah di AS. Keputusan ini didorong oleh keinginan mereka untuk lebih dekat dengan keluarga Harry dan memberikan pendidikan di Inggris untuk anak-anak mereka. Sekolah telah dipilih untuk Archie dan Lilibet, dan keluarga ini diharapkan menetap di Inggris dalam 10 hari ke depan.
Lokasi tempat tinggal mereka di Inggris belum diungkapkan, namun mereka tidak akan tinggal di London. Kemungkinan besar mereka akan menetap di daerah pedesaan Inggris, seperti Cotswolds atau Northampton, dekat dengan estate keluarga Spencer, Althorp.
Terkait dengan keluarga kerajaan, keputusan ini mengejutkan Raja dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Meskipun demikian, hubungan antara Pangeran Harry dan William, Pangeran Wales, tetap retak dan tidak menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi. Harry dan Meghan tidak akan kembali menjalankan tugas kerajaan dan tetap menjadi warga sipil.
Persoalan keamanan mereka belum jelas. Di AS, mereka mempekerjakan tim keamanan swasta dan belum ada keterangan apakah pengaturan ini akan dibawa ke Inggris, atau terkait perlindungan kepolisian resmi.
Diolah dari laporan BBC News.


You must be logged in to post a comment Login