Connect with us

PERISTIWA

BEI Kurangi Batas Auto Reject Bawah Saham

BEI memangkas batas Auto Reject Bawah menjadi 7% untuk mengurangi kepanikan dan menjaga stabilitas pasar.

Published

on

PANTAU24.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memangkas batas bawah pelemahan harga saham atau Auto Reject Bawah (ARB) mulai Senin (19/10/2026). Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko trading halt yang bisa terjadi akibat kepanikan investor. Situasi ini dipicu oleh potensi penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market oleh MSCI.

Pada kebijakan terbaru tersebut, BEI menurunkan ARB dari 15% menjadi 7%. Langkah ini diharapkan dapat meredam kepanikan di pasar modal. “Untuk mencegah investor mengambil keputusan dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi, ketakutan, kepanikan. Makanya hari ini kami mengambil kebijakan untuk menyesuaikan auto rejection bawah menjadi 7%,” ungkap Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta.

Jeffrey menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada masukan dari seluruh pelaku pasar, dengan pembahasan yang dimulai sejak pengumuman MSCI pada Jumat (16/10). “Apa yang kita lihat di hari Jumat itu adalah sesuatu yang unexpected. Sesuatu yang unexpected tentu akan menimbulkan ketidakpastian,” tegasnya.

Penurunan ARB dianggap cukup efektif dalam meredam kepanikan. Jeffrey mencatat bahwa IHSG hanya melemah 5% hingga penutupan perdagangan sesi I. Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG melemah drastis hingga 11,57% ke level 5.185,10, menyusul pengumuman MSCI. Kebijakan baru ini telah mendapatkan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga stabilitas dan efisiensi pasar.

Menurut Surat Keputusan Direksi (SK) BEI terbaru Nomor Kep-00157/BEI/10-2026, batas Auto Rejection Atas (ARA) tidak berubah. Namun, untuk saham dengan harga di atas Rp 10, batas bawah ARB diseragamkan menjadi 7% dari sebelumnya 15%. Sedangkan untuk saham dengan nilai Rp 1 hingga Rp 10, batas ARB tetap sebesar Rp 1.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.