Connect with us

PERISTIWA

Lonjakan Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, Sumsel Terbanyak

Lonjakan titik panas di Sumatera mencapai 3.663, didominasi oleh Sumatera Selatan, memicu kabut asap dan kualitas udara tidak sehat.

Published

on

PANTAU24.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, mengidentifikasi lonjakan signifikan titik panas di Pulau Sumatera yang mencapai 3.663 titik. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 2.440 titik pada hari Senin (12/10) sore. Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, menyampaikan bahwa data ini diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Selasa (13/10/2026). Sumatera Selatan menjadi penyumbang titik panas terbesar dengan 2.559 titik.

“Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Lampung sebanyak 471 titik, Jambi (326), dan Bangka Belitung (287),” ujar Gita Dewi S di Pekanbaru, dikutip dari Antara. Sementara itu, wilayah Sumatera lainnya yang terpantau adalah Bengkulu dengan 15 titik dan Riau yang tercatat memiliki empat titik panas, tersebar di Inderagiri Hilir (2), Pelalawan, dan Siak masing-masing satu titik.

Kondisi peningkatan titik panas ini berdampak pada munculnya kabut asap di Provinsi Riau, menyebabkan kualitas udara menurun dengan konsentrasi partikulat yang tercatat dalam kategori tidak sehat. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap terhadap kesehatan, terutama masalah pernapasan.

“Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” tambah Gita Dewi S. Imbas dari kondisi ini, 12 penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengalami penundaan atau “delay” dengan masing-masing enam keberangkatan dan kedatangan yang terdampak.

Diolah dari laporan Detik – Berita.

Fakta menarik dan bermanfaat
⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.