Connect with us

PERISTIWA

Indonesia Kalah dari Vietnam dalam Menarik Investasi

Indonesia kalah dari Vietnam dalam menarik investasi global, menghadapi tantangan birokrasi yang kompleks.

Published

on

PANTAU24.com – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menarik investasi, tertinggal dari Vietnam yang berhasil mengundang perusahaan besar seperti Samsung dan LG. Hal ini menjadi sorotan berita populer pada Selasa (29/9). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga dilaporkan telah menyetujui 95 persen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara untuk tahun 2026.

Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan, menjelaskan bahwa keberhasilan Vietnam dalam mengundang raksasa teknologi berpotensi menciptakan efek domino, menarik banyak jaringan pemasok global. Sebagai perbandingan, Indonesia masih terhambat oleh birokrasi yang kompleks, iklim demokrasi yang mempengaruhi kebijakan, serta kurangnya koordinasi antar sektor.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan melebihi 5 persen, namun realisasi investasi yang rendah dapat membuatnya stagnan. Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah diharapkan menerapkan pendekatan pragmatis dengan sektor prioritas yang jelas, pengoptimalan kawasan ekonomi khusus, serta menunjuk “government champion” untuk memastikan konsistensi kebijakan.

Sementara itu, Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa persetujuan RKAB batu bara untuk 2026 telah mencapai 95 persen. Proyeksi volume produksi batu bara nasional 2026 diperkirakan sekitar 720 juta ton, dengan target bulanan sekitar 60 juta ton. Sebelumnya, pemerintah sempat memangkas target produksi dari 790 juta ton pada tahun 2025 menjadi 600 juta ton.

Penyesuaian ini diiringi dengan penerapan Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2025 yang mulai berlaku 3 Oktober 2025. Regulasi baru ini mengubah masa berlaku RKAB menjadi tahunan untuk memastikan pengawasan yang lebih fleksibel dan memenuhi kebutuhan pasokan domestik, terutama untuk PT PLN (Persero).

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.