PERISTIWA
Tim Dukcapil Pulihkan 11.225 Dokumen Pascagempa NTT
Tim Dukcapil memulihkan 11.225 dokumen kependudukan warga NTT selama enam hari pascagempa.
PANTAU24.com – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri memulihkan 11.225 dokumen kependudukan warga Nusa Tenggara Timur pascagempa pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Selama enam hari, tim Ditjen Dukcapil mendatangi tujuh kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, dan Sikka.
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, mengatakan bahwa Tim Aksi Ditjen Dukcapil Tanggap Bencana Gempa NTT bertindak dengan metode jemput bola. Mereka dilengkapi peralatan seperti alat rekam dan cetak KTP-el serta perangkat Starlink untuk memfasilitasi proses penerbitan ulang dokumen.
“Bencana boleh mengganggu gedung dan sarana, tetapi jangan sampai mengganggu hak masyarakat atas dokumen kependudukan,” ujar Teguh. Langkah ini terbukti sukses dengan banyaknya warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, yang kembali mendapat haknya atas dokumen kependudukan.
Petugas di lapangan harus menghadapi kondisi medan yang menantang, dengan jalan yang berkelok, rusak, dan berbatu, serta risiko gempa susulan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, dan psikolog Kak Seto mengapresiasi upaya ini saat mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Teguh menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan ulang dokumen ini tidak dikenakan biaya. “Identitas itu melekat pada setiap warga. Ketika dokumennya hilang, negara harus membantu mengembalikan kepastian identitas tersebut,” tegas Teguh. Pemulihan dokumen kependudukan penting untuk pengajuan bantuan sosial, layanan kesehatan, dan pendidikan bagi anak-anak.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login