PERISTIWA
KPI: Indeks Kualitas Siaran Anak Meningkat Menuju Standar
KPI melaporkan peningkatan indeks kualitas siaran anak, menunjukkan perbaikan ekosistem penyiaran.
PANTAU24.com – Hasil survei yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama perguruan tinggi menunjukkan bahwa kualitas program siaran anak di Indonesia mengalami peningkatan. Survei yang dilakukan pada tahun 2023 dan terbaru pada 2025 ini mengindikasikan kenaikan nilai indeks kualitas program siaran anak dari 3,14 pada Periode I 2023 menjadi 3,26 pada Periode II 2023, dan mencapai 3,41 pada tahun 2025. Nilai ini melampaui standar kualitas yang ditetapkan.
Anak-anak merupakan kelompok penonton yang memerlukan perlindungan khusus karena apa yang mereka tonton dapat mempengaruhi cara berpikir dan perilaku mereka. Karena itu, kualitas program untuk anak-anak menjadi tolok ukur penting bagi ekosistem penyiaran di Indonesia.
Tak hanya mengutamakan popularitas program atau rating, penilaian ini melibatkan akademisi dan pakar dari 33 perguruan tinggi di 33 provinsi. Hal ini dilakukan untuk menilai program dari aspek yang lebih substantif, mengingat industri penyiaran sering kali dihadapkan pada tekanan komersial.
Di era digital, anak-anak terpapar pada banyak konten dari berbagai platform. Akan tetapi, televisi dan radio memiliki keunggulan karena terikat regulasi yang mewajibkan mereka mematuhi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Ini termasuk perlindungan terhadap anak dari kekerasan, seksualitas, dan penayangan yang tidak sesuai umur.
Siaran yang aman untuk anak-anak bukan hanya tentang hiburan yang menyenangkan, tetapi juga sebagai mitigasi terhadap berbagai ancaman serius di ruang digital, termasuk kasus pornografi anak. Program harus mampu mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, dan nalar kritis anak.
Pentingnya menghadirkan program berkualitas terlihat dari contoh program seperti “Unyil” di TVRI yang mampu menghadirkan pendidikan dalam bentuk yang menyenangkan. Ruang untuk kreativitas dan inovasi ini penting untuk diperluas, termasuk melalui animasi, dongeng radio, dan ajang seperti Anugerah Penyiaran Ramah Anak (APRA) yang mendorong terciptanya konten anak berkualitas.
Tantangan utama adalah menghadirkan siaran ramah anak secara lebih masif dan konsisten di tengah persaingan rating dan kebutuhan iklan. Program siaran anak yang berkualitas merupakan langkah nyata dalam menciptakan ekosistem tayangan yang sehat bagi anak-anak.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login