PERISTIWA
Satwa Liar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Kotim, Kalteng
Satwa liar, termasuk ular dan biawak, mati terbakar akibat karhutla di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
PANTAU24.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, telah menyebabkan kematian sejumlah satwa liar. Pencinta reptil setempat, Hary Siswanto, melaporkan temuan 26 bangkai satwa yang hangus terbakar di lokasi terdampak karhutla selama dua pekan terakhir. Di antara satwa yang ditemukan mati adalah 20 ekor sanca reticulatus, satu ekor king cobra, tiga ekor dipong, satu ekor biawak, dan satu ekor ular air.
Menurut Hary, kondisi ini menjadi gambaran sisi lain dari bencana karhutla yang sering kali luput dari perhatian. Ia menekankan kekhawatirannya terhadap kerusakan habitat satwa akibat kebakaran ini, yang mengancam keberlangsungan spesies tersebut. “Saya merasa sedih dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan ini. Satwa liar juga menjadi korban,” ujar Hary, Kamis (27/8/2026).
Hary menambahkan bahwa kematian satwa liar tidak boleh dianggap sebagai dampak tambahan, melainkan sebagai ancaman serius yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. “Bagaimanapun, satwa liar ini merupakan penyeimbang ekosistem,” tegasnya.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, turut memberi perhatian terhadap situasi ini, terutama bangkai biawak yang ditemukan di lokasi. Ia menyebut bahwa biawak biasanya dapat bergerak cepat menghindari bahaya, namun kondisi di lapangan bisa membuatnya kehilangan kesempatan menyelamatkan diri. “Bisa-bisanya biawak terbakar jua. Padahal satwa ini terkenal cepat menyelamatkan diri,” ungkap Muriansyah.
Muriansyah menduga bahwa satwa tersebut mungkin terjebak atau terkepung oleh kobaran api, sehingga tidak dapat menemukan jalan keluar dari kawasan yang terbakar. “Mungkin terkurung atau terjebak, jadi tidak ada celah lagi untuk menyelamatkan diri,” katanya.
Diolah dari laporan Detik – Berita.


You must be logged in to post a comment Login