PERISTIWA
Kemudahan Pinjaman Digital Perlu Diimbangi Pengelolaan Utang Bertanggung Jawab
Kemudahan pinjaman digital menjadi tren, namun penting bagi konsumen untuk bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola utang agar kondisi keuangan tetap sehat.
PANTAU24.com – Kemudahan memperoleh pinjaman melalui platform digital kini menawarkan alternatif baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan mereka. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menentukan kebutuhan, menghitung kemampuan membayar, dan menjaga kondisi arus kas. Tercatat, nilai outstanding fintech lending mencapai Rp105,14 triliun hingga Juni 2026, mencerminkan peran signifikan layanan keuangan digital dalam aktivitas harian masyarakat.
Di tengah pertumbuhan ini, kemampuan masyarakat dalam pengambilan keputusan finansial menjadi sorotan. Tidak hanya penting meminjam dana yang tersedia, tetapi juga mempertimbangkan apakah dana tersebut memang dibutuhkan dan dapat dikembalikan tanpa mengganggu keuangan sehari-hari. Karakteristik responsible borrowing menjadi semakin relevan dalam konteks ini.
Salah satu perusahaan yang menerapkan pendekatan ini adalah Kredit Pintar melalui konsep ‘Teman Atur Uang’. Presiden Direktur Kredit Pintar, Ronny Kasim, menekankan, “Memberikan akses pembiayaan adalah satu bagian dari peran kami. Namun, peran yang lebih besar adalah membantu masyarakat memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai dengan kemampuan, dan tetap memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi. Inilah yang kami maksud dengan Kredit Pintar sebagai Teman Atur Uang,” ujarnya pada Minggu (23/8).
Pendekatan Kredit Pintar dilakukan melalui tiga prinsip: Jaga Cash Flow, Pahami & Pilih, serta Tetap Terkontrol. Ketiganya menuntun pengguna dalam mengelola pendanaan mulai dari menyesuaikan jumlah pendanaan dengan kebutuhan, memahami informasi dan konsekuensi sebelum memilih produk pendanaan, hingga menjaga pengelolaan kewajiban agar tetap terkendali.
Dalam acara Fintech Lending Days 2026 di Denpasar, Bali, Head of Business and Operations Kredit Pintar, Irgo Bachtiar mengungkapkan, “Memperluas akses pembiayaan tidak berarti menurunkan kualitas kredit. Kami justru memanfaatkan data dan teknologi untuk memahami kondisi serta kemampuan setiap customer dengan lebih baik.” Menurut Irgo, pentingnya menjaga kualitas pembiayaan menjadi indikator utama dalam melihat perkembangan bisnis fintech lending selain hanya dari besarnya volume penyaluran.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login