PERISTIWA
Pengunduran Diri Direktur Vale dan Penjelasan Desil oleh BPS
Pengunduran diri Budiawansyah dari Direksi Vale dan penjelasan BPS tentang desil dalam DTSEN menjadi sorotan.
PANTAU24.com – Pengunduran diri Budiawansyah dari jabatan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) serta penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian khusus pada Sabtu (22/8/2026).
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengonfirmasi bahwa Budiawansyah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer sejak 20 Agustus 2026 dengan alasan keluarga. Manajemen memastikan bahwa operasional perusahaan nikel ini akan tetap berjalan normal dan perubahan direksi akan diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang. Budiawansyah telah menjabat sejak RUPSLB pada 28 Juli 2025 dan masa jabatan dijadwalkan hingga RUPS Tahunan 2027.
Di sisi lain, PT Vale tengah mengarahkan fokusnya pada proyek strategis Blok Tanamalia yang diharapkan dapat beroperasi antara 2029 hingga 2031. Proyek ini bertujuan untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan saat ini tengah dalam tahap kajian eksplorasi detail.
Sementara itu, BPS menegaskan pentingnya DTSEN sebagai rujukan tunggal bagi lintas kementerian dan lembaga, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. DTSEN Versi 3 Tahun 2026 telah berhasil mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga, mendukung integrasi data sosial ekonomi nasional.
Salah satu komponen kunci dalam DTSEN adalah sistem desil yang membagi tingkat kesejahteraan keluarga menjadi 10 kelompok, masing-masing mencakup sekitar 10% populasi. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, “Desil merupakan pemeringkatan relatif, bukan ukuran absolut kemiskinan atau nominal pendapatan.” Untuk penentuan desil ini digunakan metode Proxy Means Test (PMT) yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti karakteristik perumahan dan aset.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login