Connect with us

PERISTIWA

IPB Inovasi Model Bisnis Maggot Berkonsep Plasma-Inti

IPB University kembangkan model bisnis maggot dengan konsep plasma-inti untuk olah sampah jadi produk bernilai.

Published

on

PANTAU24.com – IPB University, melalui Center for Tropical Animal Studies (Centras)-Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH), sedang mengembangkan model bisnis budidaya maggot dengan konsep plasma-inti. Pendekatan ini tidak hanya membudidayakan maggot, tetapi juga mengolah sampah menjadi produk bernilai di Bogor, Jawa Barat.

Kepala Centras, Prof Nahrowi, menjelaskan dalam pernyataan dari IPB University di Bogor bahwa model bisnis ini bagian dari program Sinergi 2026. Dalam model ini, mitra sebagai plasma tidak harus melaksanakan seluruh proses budi daya mulai dari menetaskan telur hingga menghasilkan telur kembali. “Plasma dapat berfokus pada pembesaran maggot, sementara tahapan lainnya dilakukan oleh pihak yang memiliki peran masing-masing,” ujar Nahrowi.

Model tersebut menempatkan off-taker sebagai elemen penting yang memastikan penyerapan hasil produksi sehingga mitra memiliki kepastian pasar. Program ini diarahkan untuk menerapkan model bisnis dengan pendekatan ekonomi sirkular, khususnya dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Sehubungan dengan program ini, IPB University telah melakukan sosialisasi, penandatanganan perjanjian kerja sama, dan peminjaman mesin pengering maggot. “Hubungan dalam model plasma-inti juga memerlukan kepercayaan antarpihak,” kata Nahrowi, menekankan pentingnya kolaborasi antara plasma dan inti.

Mesin pengering berskala besar menjadi aspek penting karena pengeringan dengan matahari memerlukan waktu lama dan investasi teknologi menjadi salah satu dukungan dalam program ini. “Model ini diharapkan dapat menjadi percontohan yang dapat dikembangkan lebih luas,” tambah Prof Nahrowi.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.