PERISTIWA
Pesan Sejarah Megawati di Surabaya dari Jejak Bung Karno
Megawati Soekarnoputri menekankan arti penting Jawa Timur dalam sejarah perjuangan Bung Karno dan politik Indonesia.
PANTAU24.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa Jawa Timur, terutama Surabaya, memiliki posisi krusial dalam sejarah perjuangan dan pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI, Soekarno. “Dalam perspektif ideologis dan historis, Jawa Timur sangat penting karena Bung Karno lahir, dibesarkan, dan menggembleng diri di Jawa Timur ini. Surabaya, Mojokerto, dan Blitar penuh dengan rekam jejak sejarah perjuangan Bung Karno. Beliau sendiri menyebutkan Surabaya merupakan ‘Dapurnya Nasionalisme’,” kata Megawati saat memberikan pengarahan dalam Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Dalam pernyataannya, Megawati mengungkapkan bahwa di Surabaya, Bung Karno menamatkan pendidikan di HBS (Hoogere Burgerschool) dan belajar dari H.O.S. Tjokroaminoto. Meskipun dalam kondisi serba terbatas, Bung Karno tinggal di ruangan sempit dan sederhana, namun tetap mematangkan pemikiran intelektual dan gagasannya melalui buku-buku dan berdialog dengan tokoh dunia seperti Thomas Jefferson, Karl Marx, dan lainnya, menjadikan Surabaya tempat vital dalam penggemblengan Bung Karno menjadi patriot tangguh.
Megawati menekankan pentingnya belajar dari Bung Karno yang berjuang dalam keterbatasan namun memiliki visi besar. “Surabaya pada tahun 1916 sudah menjadi pusat kapitalisme global. Namun Bung Karno bisa membuktikan bahwa kekuatan kolonialisme terbesar di dunia, yakni Hindia Belanda, bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia. Jadikan ini sebagai pembelajaran bagi anak-anak muda untuk berani bermimpi,” ujarnya.
Ketua Umum PDIP itu juga mengajak seluruh kader PDIP untuk memiliki semangat perjuangan yang terus menyala dan menjadikan pemikiran Bung Karno sebagai landasan penggemblengan diri dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian. Megawati menegaskan, “Sebab Bung Karno sendirilah yang mengatakan bahwa Surabaya adalah Dapurnya Nasionalisme.”
Menyentuh pragmatisme politik, Megawati menekankan pentingnya kekuatan ide, imajinasi, strategi, dan militansi. Ia mengingatkan para kader agar tidak menempatkan uang dan kekuasaan sebagai segala-galanya dalam perjuangan politik, melainkan memperkuat basis dan kerja politik di tengah masyarakat. “Perkuatlah akar rumput. Jadikan spirit penggemblengan Bung Karno sebagai sumber energi, khususnya di Jawa Timur,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya ikatan emosional dengan rakyat dan sesama kader untuk memperkuat PDIP.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login