PERISTIWA
Inovasi Rempah dan Teh oleh Dosen FIK Tel-U di Bandung
Tim dosen Telkom University kembangkan galeri multisensori rempah, kopi, dan teh di Bandung untuk pelestarian budaya.
PANTAU24.com – Tim dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University (Tel-U) mengembangkan program inovatif untuk melestarikan pengetahuan budaya Nusantara melalui seni dan pengalaman inderawi. Program bertajuk “Inovasi Galeri Multisensori Rempah, Kopi, dan Teh sebagai Medium Seni dan Memori Budaya di Jendela Ide” ini diselenggarakan di Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Program ini dipimpin oleh Dosen FIK Gina Shobiro Takao, Sheila Andita Putri, dan Andrianto, menggunakan metode riset berbasis komunitas (community-based research). Galeri ini dirancang untuk menyajikan pengalaman langsung terhadap aroma, tekstur, suara, dan rasa rempah, kopi, dan teh, bukan hanya sekadar secara visual.
Ketua tim Dosen FIK Gina Shobiro Takao menjelaskan bahwa mereka menggali pengetahuan lokal dari para praktisi di Jawa Barat untuk menciptakan materi edukasi yang otentik. Dalam eksplorasi Budaya Teh, mereka berdiskusi dengan petani teh asal Ciwidey, Cucu Samsudin, untuk memahami filosofi teh dari tahapan budidaya hingga penyajian. Kolaborasi juga dilakukan dengan Oday Kodariyah dan Lisma untuk eksplorasi rempah dan herbal di Kebun Sari Alam, Kabupaten Bandung.
Uji coba publik pertama dari galeri ini dilakukan melalui mini pameran di Jendela Ide pada ajang Akulturasa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pameran ini bertujuan untuk menjaring masukan dari pengunjung agar edukasi budaya dapat lebih komunikatif dan responsif.
“Melalui integrasi ilmu seni desain, pengetahuan lokal, dan teknologi multisensori, galeri ini diharapkan menjadi ruang edukasi partisipatif yang hidup,” kata Gina Shobiro Takao. Ini menunjukkan peran penting akademisi FIK Telkom University dalam inovasi pelestarian budaya yang relevan bagi generasi muda.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login