Connect with us

PERISTIWA

Desakan Transparansi Skandal Penyadapan oleh Ketum Muhammadiyah

Ketua Umum Muhammadiyah meminta penyelidikan skandal penyadapan ilegal dilakukan secara adil dan transparan.

Published

on

PANTAU24.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas skandal dugaan penyadapan ilegal yang menargetkan Presiden RI, Prabowo Subianto, dan sejumlah tokoh lainnya. Haedar menekankan pentingnya penanganan kasus ini dilakukan dengan adil, objektif, dan terbuka sesuai dengan prinsip negara hukum. “Setiap proses yang ada kaitannya dengan hukum dan proses hukum, tegakkan hukum dengan adil, objektif, dan transparan. Saya yakin ini fondasi kita karena kita negara hukum,” kata Haedar di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11).

Kasus penyadapan ini sedang diusut oleh Bareskrim Polri dan menjadi pusat perhatian publik karena operasi tersebut dikatakan menyasar jaringan komunikasi Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, pemimpin media, pimpinan ormas, aktivis lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha nasional. Bareskrim menyatakan dugaan penyadapan terjadi sepanjang periode 2025 hingga 2026.

Saat ini, Bareskrim telah menetapkan tiga jenderal Polri sebagai tersangka, yakni eks Kapolri sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden Listyo Sigit Prabowo (LSP); Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN); dan Widyaiswara Kepolisian Utama TK1 Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EH). Satu tersangka lain yang baru diumumkan adalah inisial SU yang menjadi pembina atau koordinator bagi ASN dan EH terkait penyadapan dan penghapusan hasil penyadapan.

Haedar juga menyatakan dukungannya kepada Presiden agar roda pemerintahan tetap beroperasi sesuai konstitusi untuk kepentingan rakyat luas. “Kita juga mendukung langkah-langkah Presiden untuk tetap memimpin bangsa dan negara ini berbasis pada konstitusi dan untuk sebesar-besarnya hajat hidup rakyat, untuk persatuan, keadilan, kemakmuran,” ujarnya. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi serta mendorong suasana diskusi yang dinamis tanpa memicu konfrontasi dan polarisasi.

Selain itu, Haedar menitipkan pesan khusus kepada warga Muhammadiyah untuk terus menerapkan semangat organisasi dalam memberikan manfaat nyata di tengah kesulitan ekonomi masyarakat. “Jadikan Muhammadiyah itu rumah untuk semua, dan Muhammadiyah tetap memberi suluh, memberi manfaat bagi kehidupan orang banyak. Karena banyak masyarakat kita yang juga hidupnya susah, harus dilayani oleh kita semua,” kata dia.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.