PERISTIWA
Bos KAI Klarifikasi Soal Penyitaan Rp 2 Miliar oleh KPK
Bos KAI, Bobby Rasyidin, membantah KPK menyita Rp 2 miliar terkait korupsi digitalisasi SPBU. KPK konfirmasi penyitaan sebelum ia menjabat Dirut.
PANTAU24.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, memberikan klarifikasi terkait kabar yang menyebutkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp 2 miliar darinya. Uang tersebut dikaitkan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beberapa waktu lalu. Dalam pernyataan resminya, Bobby menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta. Kunjungan itu bertujuan untuk melakukan inspeksi guna memastikan keselamatan di perlintasan sebidang. “Kami terus mengupayakan langkah terbaik menuju zero accident, khususnya dalam menyambut Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Bobby.
Bobby juga berharap dukungan dan doa dari pelanggan KAI serta masyarakat luas agar perjalanan kereta api tetap aman dan lancar. “Saya memohon doa dan dukungan pelanggan KAI serta seluruh masyarakat agar perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan lancar. Mari kita sambut libur Nataru dengan perjalanan kereta api yang semakin baik,” tambahnya.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi penyitaan uang sebesar Rp 2 miliar dari Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin. Uang itu diduga berkaitan dengan perkara digitalisasi SPBU. Penyitaan dilakukan sebelum Bobby menjabat sebagai Dirut KAI. “Benar dalam penyidikan perkara ini, salah satunya telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp 2 miliar, dari salah seorang saksi saudara BR (Bobby Rasyidin) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait digitalisasi SPBU,” ungkap Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login