PERISTIWA
Tragedi Kereta Cepat Spanyol Memicu Protes Massa
Tragedi kereta cepat di Spanyol yang menewaskan 68 orang memicu protes massa yang menuntut pemerintah mundur.
PANTAU24.com – Bentrokan antara kelompok sayap kanan dan polisi pecah di Madrid, Spanyol, setelah terjadi kecelakaan kereta cepat yang menewaskan setidaknya 68 orang pada Rabu (28/10/2026). Aksi massa tersebut menuntut pemerintah untuk mundur.
Sekitar 500 demonstran berkumpul di depan Kementerian Transportasi Spanyol, dan beberapa dari mereka melemparkan botol serta suar ke arah polisi. Petugas keamanan merespons dengan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang memadati jalan. Namun, pihak berwenang melaporkan bahwa tidak ada korban luka maupun penangkapan dalam bentrokan ini.
Kecelakaan kereta tersebut terjadi pada pukul 09.00 waktu setempat ketika sebuah kereta ekspres berkecepatan tinggi menabrak kereta yang sedang berhenti. Ini adalah kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa sejak insiden pada 2013 di Santiago de Compostela, Spanyol, yang menewaskan 80 orang.
Tragedi ini mengikuti kecelakaan serupa yang terjadi pada Januari tahun ini, di mana kereta cepat dari operator yang sama mengalami insiden fatal, mengakibatkan 46 korban jiwa.
Masyarakat setempat menuntut pertanggungjawaban dan perbaikan infrastruktur kereta, mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan guna mencegah peristiwa serupa di masa mendatang.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login