PERISTIWA
Mengapa Efek Samping Vaksin Berbeda pada Setiap Individu? Temuan Studi Terbaru
Studi di Swiss mengungkapkan variasi sistem imun sebagai penyebab perbedaan efek samping vaksin pada individu.
PANTAU24.com – Mayoritas penerima vaksin flu musiman atau Covid-19 hanya mengalami efek samping ringan atau tidak merasakannya sama sekali. Namun, ada individu yang melaporkan reaksi lebih kuat. Studi terbaru mengemukakan bahwa variasi dalam sistem kekebalan tubuh bisa menjadi penyebab perbedaan ini.
Penelitian dari Center for Vaccinology di University of Geneva dan Geneva University Hospital, Swiss, menyelidiki mekanisme biologis di balik perbedaan gejala pasca-vaksinasi. Hasil dari studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine.
Dalam penelitian tersebut, 51 orang dewasa sehat dengan usia rata-rata 43,5 tahun yang menerima dua dosis vaksin mRNA Covid-19 terlibat. Sistem pertahanan antivirus terkait interferon ditemukan menjadi kunci perbedaan efek samping antarindividu.
Interferon, protein sinyal yang dilepaskan oleh sel saat mendeteksi virus, memberikan peringatan agar sel lain bersiap melawan patogen. Natacha Madelon, penulis utama studi, menjelaskan bahwa respons interferon yang lebih aktif sebelum vaksinasi bisa meningkatkan kemungkinan mengalami efek samping nyata pasca-suntikan.
Gejala seperti demam ringan atau nyeri otot menunjukkan bahwa sistem kekebalan sedang aktif dan belajar mengenali serta melawan patogen target vaksin. Clare Thompson dari Cadogan Clinic, London, menambahkan bahwa faktor genetika, mikrobioma, dan peradangan sebelumnya kemungkinan berperan dalam respons interferon, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut.
Menariknya, efek samping yang kuat tidak menunjukkan vaksin bekerja lebih baik, dan absennya reaksi bukan berarti vaksin kurang efektif. Hingga kini, belum ada cara pasti untuk memprediksi respons sistem imun individu terhadap vaksin.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login