Connect with us

PERISTIWA

KNKT Umumkan Hasil Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Investigasi KNKT atas tabrakan kereta di Bekasi Timur memaparkan faktor penyebab utama dan dampaknya.

Published

on

PANTAU24.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi akhir mengenai insiden tabrakan antara KA 4B Argo Bromo dan KA 5568A Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026. Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daop 1 Jakarta.

Sebelum insiden utama, kecelakaan antara KA 5181B Commuter Line dengan taksi listrik terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 86 Jl. Ampera pada pukul 20.48 WIB. Selanjutnya, pada pukul 20.49 WIB, KA 5568A bergerak sejauh 1.69 meter sebelum akhirnya berhenti kembali akibat kerumunan di jalur hulu. KA 4B kemudian melintas di Jalur III pada pukul 20.50 WIB dan berselang kurang lebih dua menit, terjadilah tabrakan dengan KA 5568A.

KNKT mengidentifikasi beberapa faktor penyebab tabrakan. Pertama, sistem sinyal yang tidak menginformasikan kondisi persinyalan dengan baik sehingga masinis KA 4B tidak mengetahui sinyal berikutnya berwarna merah. Kedua, terdapat masalah komunikasi darurat saat kejadian, serta kegagalan komunikasi antara KA 5568A dan PPKP Selatan. Selain itu, tidak adanya mekanisme penyampaian informasi antara PPKP Selatan dan PPKP Timur turut menjadi penyebab.

Faktor lainnya meliputi kurangnya identifikasi aspek Sinyal Pembantu UB 104 akibat terbatasnya visibilitas malam hari dan ketiadaan prosedur spesifik mengenai pengereman darurat ketika kereta berada pada kecepatan tinggi di jalur rel lengkung. Hal ini menyebabkan keputusan pengereman sepenuhnya bergantung pada penilaian masinis.

Akibat kecelakaan ini, 123 orang terdampak, dengan 16 diantaranya meninggal dunia dan 107 orang terluka. Insiden ini juga mempengaruhi operasi kereta api lainnya serta merusak sarana dan prasarana perkeretaapian di lokasi.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.