Connect with us

PERISTIWA

Rencana Kamera Pengawas Bayi di Inggris Usai Pembunuhan Lucy Letby

Pemerintah Inggris berencana memasang kamera pengawas di bangsal bayi guna mencegah insiden seperti pembunuhan oleh Lucy Letby terulang.

Published

on

PANTAU24.com – Menteri Kesehatan Inggris, Yvette Cooper, telah menyatakan bahwa pihak otoritas akan mengembangkan rencana mendesak untuk memperkenalkan kamera pengawas langsung di bangsal bayi rumah sakit Inggris. Langkah ini diumumkan setelah penyelidikan menemukan bahwa pembunuhan oleh Lucy Letby dapat dicegah.

Ketua penyelidikan, Lady Justice Thirlwall, menyerukan serangkaian reformasi mendesak di unit perinatal, termasuk pemasangan CCTV di semua tempat tidur bayi dan inkubator serta pembatasan akses terhadap insulin. Thirlwall mengungkapkan bahwa beberapa bayi yang dibunuh oleh Letby bisa diselamatkan jika pihak manajemen di Rumah Sakit Countess of Chester bertindak lebih cepat.

Laporan Thirlwall mengkritik adanya “kegagalan total dalam melindungi bayi” serta “kegagalan mendalam dalam manajemen, tata kelola, dan pengamanan” di rumah sakit tersebut. “Tidak ada yang tampaknya memahami bahwa tindakan pengamanan diperlukan ketika seorang staf dicurigai menyebabkan bahaya dengan sengaja,” ujarnya.

Dalam wawancara langka dengan BBC, Dr. John Gibbs, konsultan pediatri yang kini sudah pensiun dan telah mencoba menyampaikan kekhawatiran tentang Letby kepada pihak manajemen rumah sakit, mengemukakan bahwa laporan penyelidikan tersebut adalah “bacaan yang suram”. Ia menambahkan bahwa para konsultan seharusnya memiliki “tanggung jawab kolektif” atas beberapa kegagalan yang teridentifikasi dalam laporan itu.

Pimpinan Nursing and Midwifery Council (NMC), Paul Rees, mengaku “sangat menyesal atas kegagalan NMC” dalam kasus Letby dan bahwa “kami juga tidak bertindak cukup cepat untuk menangguhkan Lucy Letby”. Polisi Cheshire akan “meninjau dengan hati-hati” isi laporan dan “mempertimbangkan dengan cermat” rekomendasi terkait. Thirlwall juga menilai bahwa pimpinan rumah sakit, termasuk mantan CEO Tony Chambers dan beberapa direktur lainnya, tidak menanggapi keresahan mengenai keterlibatan Letby dengan cukup serius.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.