PERISTIWA
Kementan Intensifkan Pengendalian Penyakit Hewan Pasca Kasus Antraks
Kementan intensifkan pengendalian penyakit hewan di Gunungkidul pasca kasus antraks untuk mencegah penyebaran.
PANTAU24.com – Kementerian Pertanian memperkuat usaha pengendalian penyakit hewan di Kabupaten Gunungkidul setelah ditemukan kasus antraks di Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Yogyakarta. Penanganan dilakukan secara terpadu antara pemerintah daerah dan petugas kesehatan hewan.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan, Hendra Wibawa, menegaskan penanganan kasus ini melibatkan penyelidikan epidemiologi, pelayanan kesehatan ternak, disinfeksi, vaksinasi, serta pemeriksaan laboratorium. “Penanganan dilakukan secara terpadu,” kata Hendra di Jakarta, Minggu.
Langkah tersebut melibatkan pengawasan kesehatan hewan dan edukasi kepada masyarakat. Penyelidikan dimulai 11 September 2026, dengan disinfeksi dan pengobatan serta pemberian vitamin dilakukan pada hari berikutnya. Vaksinasi antraks sendiri dimulai 28 September 2026.
Hendra menambahkan pentingnya masyarakat melaporkan dengan cepat ternak yang sakit atau mati mendadak untuk penanganan segera. “Apabila ada ternak yang sakit, sebaiknya tidak disembelih atau dikonsumsi. Segera laporkan kepada petugas,” ujar Hendra.
Kepala BBV Wates, Nur Saptahidhayat, menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan laboratorium dalam mempercepat diagnosis dan pengendalian. Selain itu, pengambilan sampel dan investigasi lapangan terus dilakukan untuk meneguhkan diagnosis.
Diolah dari laporan Antara – Top News.


You must be logged in to post a comment Login