Connect with us

PERISTIWA

Lintasarta Luncurkan Bandwidth on Demand bagi Infrastruktur Digital Bank

Lintasarta memperkenalkan Bandwidth on Demand untuk infrastruktur digital perbankan yang fleksibel.

Published

on

PANTAU24.com – Lintasarta memperkenalkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) untuk memenuhi kebutuhan perbankan terhadap infrastruktur digital yang lebih fleksibel. Inovasi ini memungkinkan bank untuk menyesuaikan kapasitas bandwidth sesuai dengan kebutuhan operasional mereka. BWoD diperkenalkan dalam acara Lintasarta Executive Dialogue bertema ‘Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)’ yang digelar di Jakarta pada Kamis (10/9). Forum ini mempertemukan pimpinan perbankan nasional dan multinasional, pejabat Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan direksi Lintasarta.

President Director dan CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menyatakan bahwa digitalisasi perbankan tidak hanya menuntut kapasitas besar, tetapi juga membutuhkan infrastruktur yang mampu bergerak cepat sesuai perubahan kebutuhan bisnis. “Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Armand menambahkan, kapasitas perbankan dapat berubah seiring dengan berbagai momen penting seperti akhir bulan, tahun penutupan, pemrosesan gaji, pemulihan bencana, peluncuran aplikasi, maupun kondisi tidak terjadwal. Oleh karena itu, konektivitas harus bergerak dari infrastruktur yang tetap menjadi lebih adaptif. Transformasi ini harus didukung dengan empat kapabilitas utama yaitu Agile, Scalable, Resilient, dan Ready.

Dengan BWoD, penyesuaian bandwidth dapat dilakukan sendiri melalui ULTIMA tanpa perlu pemesanan manual atau instalasi baru. Kapasitas dapat disesuaikan dengan layanan yang telah berlangganan, dengan dukungan hingga 1.000 Mbps pada tier tertentu. “Kami ingin memberikan agility kepada bank untuk mengelola kapasitas konektivitas sesuai kebutuhan operasionalnya,” tambah Armand.

Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2026, Sophia Isabella Wattimena, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi dalam mendukung transformasi digital perbankan. “Keandalan, keamanan, manajemen risiko, serta kemampuan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri menjadi semakin penting,” pungkasnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Berita.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.