Connect with us

PERISTIWA

Parlemen Inggris Tolak Usulan Legalisasi Eutanasia

Parlemen Inggris menolak usulan legalisasi eutanasia, mengakhiri upaya perubahan hukum tersebut. Eutanasia Tetap kontroversial di Inggris.

Published

on

PANTAU24.com – Anggota parlemen Inggris Raya telah menolak usulan untuk melegalisasi eutanasia di Inggris dan Wales, mengakhiri upaya terakhir untuk mengubah undang-undang. Setelah perdebatan yang diwarnai pidato emosional dari kedua belah pihak, House of Commons memutuskan dengan suara 286 berbanding 270, mayoritas 16, menolak legislasinya.

RUU ‘Terminally Ill Adults (End of Life)’ tersebut seharusnya memungkinkan orang dewasa dengan masa hidup kurang dari enam bulan untuk mengajukan bantuan mengakhiri hidup mereka sendiri, dengan ketentuan-ketentuan pengamanan tertentu. RUU serupa pada sesi parlemen sebelumnya didukung oleh anggota parlemen sebelum terhenti di House of Lords. Keputusan dari anggota parlemen ini mengesampingkan kemungkinan perubahan hukum eutanasia dalam jangka pendek.

RUU yang diajukan oleh anggota parlemen dari Partai Buruh, Lauren Edwards, tidak akan mengalami kemajuan lebih lanjut, meskipun para anggota parlemen dan dewan dapat berupaya membuat pengajuan lagi pada sesi parlemen berikutnya. Eutanasia adalah isu yang telah diperdebatkan ratusan jam di Parlemen dalam dua tahun terakhir dan apabila disetujui, akan menjadi salah satu perubahan masyarakat terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Anggota parlemen diberikan kebebasan dalam memberikan suara, artinya mereka tidak mengikuti jalur partai. Pengamanan dalam RUU tersebut termasuk persyaratan bahwa seseorang yang mengajukan kematian bantuan harus mendapatkan persetujuan dari dua dokter dan panel ahli. Namun, para penentang menyatakan bahwa aturan tersebut terlalu sedikit untuk melindungi orang-orang rentan agar tidak dipaksa mengakhiri hidup mereka, sementara beberapa lainnya mengatakan peningkatan perawatan paliatif harus menjadi prioritas.

Sarah Wootton, CEO Dignity in Dying, mengatakan “ribuan orang dengan penyakit terminal akan terus menderita bertentangan dengan keinginan mereka pada hari-hari dan minggu-minggu terakhir”. Dia menambahkan bahwa dia masih percaya “perubahan hukum tidak dapat dihindari”. CEO Care Not Killing, Gordon Macdonald, menggambarkan suara ini sebagai “tegas” dan berharap para anggota parlemen sekarang fokus memperbaiki perawatan paliatif di Inggris.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.