Connect with us

PERISTIWA

Kemenpar Siapkan Rekonstruksi Desa Sade Pasca Kebakaran

Kemenpar susun skema rekonstruksi Desa Sade di NTB pasca kebakaran yang melanda.

Published

on

PANTAU24.com – Kementerian Pariwisata tengah menyusun skema rekonstruksi Desa Sade di Nusa Tenggara Barat setelah musibah kebakaran terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kebakaran ini menyisakan puing di Desa Adat Sade, tempat tinggal Suku Sasak di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Langkah ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan NTB yang melakukan pendataan dampak serta penyusunan rencana pemulihan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa rekonstruksi ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik tetapi juga pada pemulihan aspek sosial, budaya, dan ekonomi. “Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat,” ujar Widiyanti di Jakarta.

Untuk merealisasikan hal ini, dilakukan rapat koordinasi dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, serta berbagai pemangku kepentingan. Rapat ini menghasilkan empat langkah utama, dimulai dengan pembentukan tim kerja lintas sektor untuk pendataan terperinci masyarakat terdampak agar bantuan dapat tepat sasaran.

Pemerintah juga berencana membuka akun donasi satu pintu guna memudahkan pengumpulan dana rekonstruksi dan berupaya memenuhi pasokan bahan baku bangunan tradisional. Penyusunan masterplan rekonstruksi akan melibatkan semua pemangku kepentingan dan masyarakat adat untuk menjaga keaslian Desa Sade. Masterplan ini akan dilengkapi sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi, termasuk penyediaan titik APAR komunal dan penataan sanitasi.

Widiyanti menekankan pentingnya nilai historis rumah adat di Sade yang menjadi tumpuan ekonomi warga, dan berharap pemulihan ini dapat menjadi proyek percontohan bagi desa adat lainnya. Empati mendalam juga disampaikan kepada masyarakat terdampak. Proses pemulihan ini harus melibatkan masyarakat sebagai aktor utama agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply