Connect with us

PERISTIWA

BNPT Identifikasi 620 Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial

BNPT menemukan 620 anak terpapar radikalisme melalui media sosial hingga Agustus 2026 di 34 provinsi. Intervensi dilakukan untuk pencegahan.

Published

on

PANTAU24.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat sebanyak 620 anak terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial sepanjang Januari hingga 26 Agustus 2026. Paparan ini tersebar pada kelompok usia 11 hingga 18 tahun di 34 provinsi di Indonesia.

Data tersebut diperoleh dari aparat penegak hukum, termasuk Densus 88 Antiteror Polri, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala BNPT Eddy Hartono. “Menurut data dari aparat penegak hukum, dalam hal ini Densus 88 Antiteror Polri, dari Januari hingga 26 Agustus 2026 ada sebanyak 620 anak yang kategorinya terpapar, baik itu paham kekerasan maupun radikalisme,” kata Eddy dalam sebuah acara di Jakarta.

Paparan radikalisme ini terjadi melalui berbagai platform digital seperti podcast, forum daring, YouTube, dan media sosial lainnya. Beberapa anak juga terpapar melalui komunitas yang berinteraksi di ruang digital. “Jadi ada yang terpapar melalui komunitas maupun ekosistem digital,” ujarnya. Salah satu komunitas yang disebut adalah True Crime Community, namun Eddy menegaskan tidak semua ketertarikan pada komunitas ini menunjukkan paparan ekstremisme atau terorisme.

BNPT telah melakukan intervensi untuk 620 anak yang teridentifikasi terpapar. Eddy menjelaskan bahwa internet digunakan secara efektif untuk penyebaran propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme. “Nah, ini tiga hal yang menjadi perhatian kami,” kata Eddy. Untuk itu, BNPT bekerja sama dengan beberapa kementerian untuk memperkuat pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Sosial melalui pemantapan peran komite sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam menangkal penyebaran ekstremisme yang mengarah pada terorisme. “Harapannya kegiatan ini dapat melahirkan komitmen yang nyata melalui penguatan kapasitas dan peran masing-masing pihak, baik tingkat pusat maupun daerah,” tambah Eddy.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Liputan 6.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.