Connect with us

PERISTIWA

Orang Utan Terpapar Asap Karhutla Ditemukan di Kebun Ketapang

Orang utan jantan ditemukan lemas di perkebunan sawit Ketapang akibat paparan asap karhutla.

Published

on

PANTAU24.com – Seekor orang utan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan sawit Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Diduga, orang utan bernama Sampurna tersebut terdampak paparan asap tebal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang berlangsung di wilayah itu.

Penemuan ini dilakukan oleh warga setempat sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu (30/8). Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) segera menuju lokasi setelah menerima laporan warga. “Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orang utan di sekitar perkebunan. Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orang utan tersebut dalam kondisi lemas,” ujar Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, yang dilansir detikKalimantan, Senin (31/8/2026).

Menurut tim, kebakaran hutan dan lahan diperkirakan telah memaksa Sampurna untuk bergeser keluar dari habitatnya hingga memasuki area perkebunan warga. Dokter hewan dari YIARI memberikan bantuan oksigen dan infus kepada Sampurna yang mengalami gangguan pernapasan. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka terbuka maupun luka bakar pada tubuhnya. “Kami masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap kondisi kesehatannya,” jelas dokter hewan YIARI, Komara.

Setelah mendapatkan penanganan awal, Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri. Sampurna akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan kerusakan atau gangguan pada paru-paru dan organ dalam lainnya akibat paparan asap.

Diolah dari laporan Detik – Berita.

Fakta menarik dan bermanfaat
⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.