PERISTIWA
Tingkat Kesuburan Dunia Turun, Ancaman Ekonomi Global Mengintai
Tingkat kesuburan dunia turun di bawah ambang penggantian, memicu ancaman ekonomi global dan penurunan populasi.
PANTAU24.com – Tingkat kesuburan global telah jatuh di bawah tingkat penggantian untuk pertama kalinya, memicu ancaman penurunan populasi dunia dalam satu generasi. Temuan studi “Terra Incognita: The Economics of a Shrinking World” mencemaskan dampak demografis dan ekonomi secara global.
Studi ini dipublikasikan oleh profesor ekonomi dari University of Pennsylvania, Jesus Fernandez-Villaverde, serta peneliti dari Northwestern University, Patrick Norrick. Hasilnya mengkhawatirkan bahwa penurunan tingkat kesuburan yang berkepanjangan dapat menyebabkan berkurangnya jumlah tenaga kerja, menua masyarakat secara cepat, dan membebani sistem kesejahteraan.
Para peneliti menemukan bahwa tingkat kesuburan global saat ini sekitar 2,19 – berada di ambang kritis 2,2 anak per wanita yang diperlukan untuk menjaga populasi tetap konstan. “Mulai tahun 2026, umat manusia kemungkinan berada di bawah tingkat penggantian,” ujar studi tersebut. Analisis mencakup 236 negara dari tahun 1950 hingga 2023, menunjukkan penurunan signifikan di 219 negara.
Saat ini, populasi global masih tumbuh karena adanya generasi besar kelahiran sebelumnya, tetapi diprediksi akan mencapai puncaknya di 9 miliar pada tahun 2056 sebelum akhirnya menyusut. Beberapa negara akan mengalami penurunan kesuburan ekstrem seperti Thailand (0,87), Kolombia (1,01), Iran (1,35), dan Brasil (1,52).
Akibat dari penurunan kesuburan ini, beban ekonomi global diprediksi akan meluas, menciptakan generasi lebih kecil yang harus menopang populasi lansia. Di AS, peneliti memproyeksikan pertumbuhan PDB jangka panjang akan terpangkas hingga 1,5% jika penurunan tingkat kesuburan ini terus terjadi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login