Connect with us

PERISTIWA

Kisah Hidup Dolly Parton Melalui Enam Lagu Ikonik

Dolly Parton, legenda musik country, menggambarkan hidupnya lewat lagu-lagu ikonik seperti ‘Coat of Many Colors’ dan ‘Jolene’. Mengangkat isu kemiskinan hingga pemberdayaan perempuan.

Published

on

PANTAU24.com – Dolly Parton, penyanyi, pencipta lagu, aktris, dan filantropis asal AS yang dicintai banyak orang, telah meninggal dunia pada usia 80 tahun. Dikenal sebagai Ratu Musik Country, Parton dibesarkan di Tennessee dan meraih ketenaran pada akhir 1960-an dengan hits yang menjembatani musik country dan pop. Lagu-lagunya mencakup tema mendalam yang bersifat pribadi, seperti tumbuh dalam kemiskinan, cinta dan kehilangan, serta pemberdayaan perempuan dan spiritualitas.

Setelah kepergiannya, berikut ini adalah pandangan ke belakang atas hidupnya melalui lensa enam lagu ikoniknya. Salah satu favorit pribadi Parton, ‘Coat of Many Colors’, adalah lagu balada akustik country-folk dari tahun 1971 yang diambil dari album dengan judul yang sama. Lagu autobiografi ini bercerita tentang bagaimana dia tumbuh dalam kemiskinan sebagai salah satu dari 12 bersaudara, tetapi kaya akan kasih sayang. Dalam buku ‘Songteller: My Life in Lyrics’, Parton menggambarkannya sebagai “cerita kecil” yang mencakup “dunia hal-hal” dengan pelajaran tentang perundungan, penerimaan, cinta, dan pengasuhan yang baik.

Lirik lagunya berbunyi: “Now I know we had no money, but I was rich as I could be / In my coat of many colors my momma made for me”. Lagu ini telah dinyanyikan ulang oleh artis seperti Shania Twain dan Eva Cassidy, dan majalah Rolling Stone menempatkannya di peringkat kedua dalam daftar 50 lagu terbaik Parton. “Seandainya ‘Coat of Many Colors’ adalah satu-satunya lagu yang pernah dia tulis, ekspresi kebanggaan yang luar biasa dan penderitaan yang dalam… akan memastikan keabadian warisannya,” tulis majalah AS itu pada tahun 2023.

Selanjutnya, ‘Jolene’, lagu yang menceritakan sebagian dari hubungan Parton dengan suaminya, Carl Dean, yang menjalankan bisnis pengaspalan di Nashville. Lagu yang terkenal ini mencerminkan ketakutan Parton akan kehilangan suaminya kepada seorang petugas bank berambut merah, yang kemudian dikenal sebagai Jolene. Lagu ini menampilkan Parton dalam ketidakberdayaannya, membuatnya semakin dapat dipahami oleh pendengar. Alih-alih menangis atau bersumpah balas dendam, dalam lagu ini kita mendengar sang protagonis memohon kepada selingkuhannya untuk melepaskan kekuasaan yang dimilikinya.

“Dia sangat tertarik dengan suami saya,” ujar Parton kepada media AS pada 2008. “Dan dia suka pergi ke bank karena dia memperhatikan banyak. Itu seperti lelucon antara kami – saya bilang, ‘Hei, kamu sering ke bank. Saya tidak yakin kami punya uang sebanyak itu.'” Parton bertemu Dean di depan laundromat pada hari pertama dia tiba di Nashville sebagai penyanyi muda berusia 18 tahun. Mereka menikah selama 60 tahun hingga kematiannya pada 2025.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.