Connect with us

PERISTIWA

Produksi Emas Nasional Ditingkatkan Lewat Dukungan Tambang Rakyat

Pemerintah Indonesia tingkatkan produksi emas nasional lewat dukungan tambang rakyat melalui Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Published

on

PANTAU24.com – Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat kebutuhan emas domestik Indonesia mencapai sekitar 190-200 ton per tahun, sementara pasokan formal hanya sekitar 53,5-86,2 ton. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan ekosistem emas nasional agar potensi sumber daya bisa memberikan nilai tambah lebih bagi negara.

Menurut Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), salah satu tantangan dalam pengelolaan emas nasional adalah adanya penjualan emas melalui jalur ilegal. “Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

Sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dan pertambangan rakyat berkontribusi besar terhadap pasokan emas nasional dengan produksi sekitar 50-120 ton per tahun. Pemerintah berupaya memperbaiki tata kelola pertambangan rakyat melalui mekanisme Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk memastikan aktivitas penambangan lebih tertib dan sesuai dengan aturan.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menekankan bahwa pengelolaan emas tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga kepentingan nasional. MIND ID mendukung formalisasi pertambangan rakyat dengan pemberian IPR, harmonisasi regulasi, dan pembinaan teknis berkelanjutan untuk memastikan aktivitas yang lebih tertib dan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

MIND ID menegaskan, penguatan tata kelola dari hulu hingga hilir dapat meningkatkan pasokan bahan baku ke rantai pasok formal, memperkuat industri pengolahan dan pemurnian emas nasional, serta mendukung berkembangnya ekosistem bullion nasional. “MIND ID meyakini pembenahan tata kelola emas nasional akan memberikan dampak lebih luas, tidak hanya meningkatkan nilai tambah dan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memastikan kekayaan emas Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat,” jelasnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.