PERISTIWA
Branding di Event Lari: Peluang Bisnis Besar di Industri Olahraga
Event lari di Jabodetabek jadi ajang branding dan peluang bisnis besar dengan perputaran ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah.
PANTAU24.com – Tren olahraga lari di wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan tercatatnya 172 event lari hingga awal Agustus. Event lari kini menjadi ajang perebutan branding oleh berbagai merek dan institusi, menjadikannya salah satu berita populer kumparanBISNIS pada Senin (24/8).
Sebanyak 79 event lari di Jabodetabek tahun ini menyandang nama brand atau institusi sebagai identitas resmi acara, baik sebagai sponsor utama maupun penyelenggara. Kategori retail serta makanan dan minuman mendominasi dengan 18 event, sementara merek lain tercatat sebanyak 17 event, serta instansi pemerintah dan partai politik masing-masing 11 event. Gelora Bung Karno dan Senayan menjadi lokasi favorit penyelenggaraan event dengan 34 pelaksanaan, mengungguli BSD City dengan 13 event.
Pilihan lokasi strategis ini didorong oleh kemudahan akses transportasi umum seperti LRT, MRT, dan kereta api, yang memudahkan mobilisasi para pelari. Para peserta sendiri merasa berharga saat menggunakan jersei berlogo brand ternama, meskipun menyadari bahwa mereka menjadi media promosi berjalan. Namun, kualitas penyelenggaraan dan nilai tinggi jersei dianggap sebagai kompensasi sepadan.
Meski sering dianggap sebagai olahraga murah, lari kini mulai menuntut biaya yang lebih tinggi. Dengan kenaikan biaya pendaftaran sekitar Rp 100 ribu setiap tahun, harga tiket kategori 10K kini berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. Untuk kategori full marathon, biayanya antara Rp 900 ribu dan Rp 1 juta. Jika dilakukan di luar kota, pengeluaran peserta bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.
Analisis terhadap 172 event lari menunjukkan bahwa biaya registrasi rata-rata berada di angka Rp 266 ribu. Popularitas kategori lari 5K tercermin dari 150 pelaksanaan event, diikuti oleh kategori 6-10K sebanyak 76 event. Dalam satu event besar dengan 27 ribu peserta, pendapatan registrasi dapat mencapai Rp 27 miliar. Dampak ekonominya dapat terlihat dari BTN Jakarta International Marathon 2026, yang diproyeksikan membawa perputaran ekonomi daerah hingga di atas Rp 200 miliar, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 125 miliar.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login