Connect with us

PERISTIWA

Jawa Timur Siapkan Enam Daerah Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Enam daerah di Jawa Timur disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus dengan fokus pariwisata dan ekonomi kreatif.

Published

on

PANTAU24.com – Sebanyak enam daerah di Jawa Timur tengah disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memfokuskan pengembangan pada pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif digital. Daerah tersebut terdiri dari Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo, yang sering disebut sebagai kawasan Pawitandirog. Rencana ini dibahas dalam Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026 di Madiun, yang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk pemerintah pusat dan daerah serta komunitas kreatif.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa karakter geografis daerah Selingkar Wilis dan Lereng Lawu lebih cocok untuk pariwisata dan ekonomi kreatif ketimbang industri manufaktur berat. “Kawasan Selingkar Wilis dan Lereng Lawu tidak cocok digunakan untuk industri besar maupun persawahan sekalipun karena konturnya pegunungan. Pariwisata, Agroforestri, dan Ekraf yang bisa mengungkit potensi ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan kesiapan pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Pawitandirogo, dengan fokus pada pendanaan, pasar, dan pengembangan kekayaan intelektual melalui aktivasi Desa Kreatif dan Creative Hub. “Pawitandirogo ini mempunyai potensi ekraf yang luar biasa, terutama kekayaan budaya sebagai hulu industri,” katanya.

Setiap daerah di Pawitandirogo akan mengemban peran berbeda sesuai spesialisasi masing-masing. Ngawi akan menjadi Northern Gateway dengan fokus pada agrobisnis. Magetan akan berfokus pada pariwisata dan hortikultura. Kota dan Kabupaten Madiun akan menjadi Industrial & Service Core, sementara Ponorogo dan Pacitan akan mengembangkan pariwisata budaya dan bahari.

Konektivitas antar daerah di Pawitandirogo akan didukung oleh reaktivasi jalur kereta api Madiun-Slahung. Deputi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal menyatakan bahwa anggaran untuk reaktivasi ini telah disiapkan. Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah Adriyanto menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung pengembangan tersebut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.