PERISTIWA
Penemuan Kaki Korban Mutilasi di Depok: Kisah di Baliknya
Petugas DPUPR Depok menemukan potongan kaki korban mutilasi di Kali Grogol. Polisi lakukan penyelidikan.
PANTAU24.com – Petugas Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok, Musfik, membantu polisi dalam menemukan potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Grogol, Depok. Saat sedang membersihkan sampah di kali tersebut, Musfik mencurigai sebuah karung yang dipenuhi lalat dan mengeluarkan bau menyengat.
Musfik, yang bertugas di DPUPR, biasa mengangkat sampah yang terbawa arus kali untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir. “Saya biasa membersihkan sampah yang terbawa arus di aliran kali, lalu saya angkat ke daratan untuk dibawa ke TPA,” kata Musfik, Kamis (20/8/2026). Ketika memeriksa tumpukan sampah tersebut, dia menemukan karung mencurigakan. “Ada kayak karung mencurigakan dan mengeluarkan bau ‘bengu’,” ujarnya.
Musfik segera melaporkan penemuan tersebut kepada polisi. Petugas Polda Metro Jaya meminta bantuannya untuk mengangkat potongan tubuh yang diduga bagian dari korban mutilasi. Tim Inafis Polres Metro Depok dan tim Inafis Polda Metro Jaya segera mendatangi lokasi kejadian. Sebelumnya, Musfik telah dilibatkan dalam pencarian tubuh korban di lokasi lain menggunakan anjing pelacak, namun belum membuahkan hasil.
Selama bertugas, Musfik kerap meminta dua gelas kopi pahit dan sebatang rokok kretek untuk membantu pencarian. “Waktu itu, saya bilang sama polisi untuk sediain dua gelas kopi pahit dan satu batang rokok kretek,” ucapnya. Dia meyakini pengalaman ini membantunya menemukan potongan tubuh yang akhirnya diangkat dari karung di Kali Grogol.
Tim Identifikasi Polda Metro Jaya kemudian membawa potongan tubuh tersebut ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan forensik guna memastikan apakah bagian tubuh tersebut benar milik Kunaefi, korban mutilasi. “Kami mengirimkan potongan tubuh tersebut ke forensik RS Kramat Jati, RS Polri untuk pendalaman lebih lanjut,” jelas Ipda Breggy Yesaya Imanuel dari Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login