PERISTIWA
Pemerintah Belum Terima Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah Indonesia belum menerima bantuan asing untuk penanganan gempa di NTT, fokus pada penanganan internal.
PANTAU24.com – Pemerintah Indonesia belum membuka pintu untuk menerima bantuan asing bagi penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah masih mampu menangani dampak gempa tersebut. “Belum ya, nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan juga setiap hari memonitor perkembangan di lapangan, semua masih bisa kita tangani gitu,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026).
Pemerintah telah mengirimkan puluhan ton logistik untuk membantu warga yang terdampak bencana di NTT. Prasetyo juga menyebutkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT dilaporkan telah mencapai 68 orang, dengan 213 orang terluka. Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan korban tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Manggarai dan Ngada. “Dengan rincian di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikah 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa,” ujarnya melalui siaran YouTube resmi BNPB.
Berton menegaskan, BNPB akan terus memantau perkembangan jumlah korban dan melaporkan jika terjadi peningkatan. “Dan kita selalu berharap dan berdoa agar tidak ada lagi ketambahan dari jiwa yang meninggal maupun yang luka-luka,” terangnya. Selain korban jiwa dan luka, sejumlah rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan berat, dengan data yang masih dinamis.
Penanganan bencana gempa di NTT terus berlanjut dengan pemerintah dan berbagai pihak berupaya memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login