PERISTIWA
Hari ke-8 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda, 20 Kapal Dikerahkan
Hari ke-8 pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda, 20 kapal dikerahkan. Operasi diperluas hingga 3.962 nautical mile persegi.
PANTAU24.com – Pada hari kedelapan pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Selat Sunda, sebanyak 20 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR). Tim SAR menyisir area perairan di Selat Sunda seluas 3.962 nautical mile persegi.
“Luas area pencarian hari ini untuk tim yaitu 3.962 nautical mile persegi. Untuk pembagian sektornya kita bagi di lima sektor. Kemudian alut (alat utama) yang terlibat itu ada 20 kapal,” ujar Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, Selasa (15/9/2026).
Pengerahan 20 kapal ini merupakan jumlah terbanyak selama proses pencarian yang sudah memasuki hari ke-8. Sebelumnya, pada Senin (14/9), 18 unit kapal dikerahkan.
Terkait kondisi cuaca, Tim SAR gabungan menerima informasi dari BMKG bahwa cuaca di Selat Sunda hari ini berawan, dengan gelombang mencapai 0,5 hingga 2,5 meter menuju ke arah timur laut. Selain itu, angin berkecepatan 5 hingga 20 knot bergerak dari tenggara ke arah selatan.
Dalam operasi ini, Basarnas juga mendapat informasi dari Badan Geologi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. “Kami informasikan untuk pengamatan visual di Gunung Anak Krakatau, gunung tertutup oleh kabut. Kemudian untuk asap tidak dapat teramati. Untuk pengamatan kegempaan, terjadi vulkanik dangkal dengan tremor secara terus-menerus,” ujar Rizky Dwianto.
Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang waktu pencarian selama tiga hari. “Saya menyampaikan evaluasi hasil operasi SAR hari ketujuh, yang kita laksanakan hari ini masih nihil. Dan hasil rapat koordinasi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan selama tiga hari ke depan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Senin (14/9).
Al Amrad menambahkan bahwa upaya pencarian dilakukan berdasarkan perhitungan data yang dikeluarkan oleh BMKG dan PVMBG, serta tetap menerjunkan armada yang sudah siaga.
Diolah dari laporan Detik – Berita.


You must be logged in to post a comment Login