PERISTIWA
BPBD DKI: Jakarta Tidak Krisis Air Meski Status Awas Kekeringan
BPBD DKI Jakarta menyatakan meski status awas kekeringan ditetapkan, tidak berarti seluruh Jakarta mengalami krisis air.
PANTAU24.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bahwa meskipun status awas kekeringan telah ditetapkan, hal ini tidak berarti bahwa seluruh wilayah Jakarta mengalami krisis air bersih. Status ini ditetapkan berdasarkan parameter meteorologis.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menjelaskan bahwa status peringatan dini tersebut didasarkan pada parameter yang ditetapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Untuk status peringatan dini kekeringan, kita mengacu pada parameter yang ditetapkan BMKG. Berdasarkan Peraturan BMKG Nomor 9 Tahun 2019, potensi kekeringan meteorologis mempertimbangkan tiga indikator utama, yaitu hari tanpa hujan, prakiraan probabilitas curah hujan dasarian, dan Indeks Curah Hujan Terstandardisasi atau SPI,” kata Marulitua, Selasa (15/9).
Marulitua menjelaskan bahwa kategori awas salah satunya ditetapkan bila terjadi hari tanpa hujan paling singkat 61 hari. Status tersebut juga dapat ditetapkan apabila prakiraan curah hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang di atas 70 persen dan/atau nilai SPI mencapai -2,00 atau lebih rendah. Meski demikian, status ini adalah peringatan dini berdasarkan iklim dan curah hujan, bukan berarti Jakarta telah mengalami krisis air bersih.
BPBD DKI Jakarta mengikuti pemetaan dan pembaruan informasi dari BMKG, terutama memprioritaskan wilayah dengan tingkat peringatan lebih tinggi untuk memantau dampak terhadap masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih. Langkah-langkah antisipasi telah disiapkan BPBD, di antaranya koordinasi antar perangkat daerah dan BUMD, pengecekan unit dan personel saat apel, serta pemantauan wilayah secara berkala.
Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan BMKG dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan dan menjaga cadangan air. Layanan Jakarta Siaga 112 bersama PAM Jaya siap menerima laporan masyarakat terkait layanan distribusi air bersih. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kondisi darurat atau membutuhkan bantuan melalui Jakarta Siaga 112,” imbuh Marulitua.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login