Connect with us

PERISTIWA

Dokter Internship di Indonesia Butuh Evaluasi dan Pembenahan

Kasus meninggalnya enam dokter internship di Indonesia memunculkan seruan evaluasi dan pembenahan program.

Published

on

PANTAU24.com – Kasus meninggalnya enam dokter yang sedang menjalani program internship di berbagai daerah di Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran dan memicu seruan untuk evaluasi. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi keluarga dan profesi kedokteran di Tanah Air. Meski ada saran untuk menghentikan program internship, penghentian tidak mungkin dilakukan karena program ini bersifat internasional dan menjadi syarat pengakuan dokter secara global.

Program internship dokter, merupakan fase pemahiran sebelum mendapatkan izin praktik mandiri, dan dikenal sebagai Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Dijalankan berdasarkan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 1 Tahun 2019, program ini wajib dilakukan selama satu tahun, melibatkan praktik di rumah sakit umum daerah dan puskesmas dengan supervisi dokter senior. Interns memiliki surat tanda registrasi (STR) dan surat izin praktik (SIP) yang berlaku selama satu tahun.

Program ini bertujuan untuk memantapkan kompetensi klinis, membentuk profesionalisme, dan memastikan dokter muda siap bekerja dalam berbagai setting pelayanan kesehatan, termasuk di daerah terpencil. Namun, pelaksanaan supervisi tidak selalu optimal, dengan sekitar 5.6% dokter internship bertugas tanpa supervisi di puskesmas tertentu, yang melanggar regulasi.

Regulasi dan kebijakan mengenai internship dokter diatur oleh berbagai peraturan, termasuk Peraturan KKI Nomor 1 Tahun 2019 dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, yang telah digabung dalam Undang-Undang 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Mengingat pentingnya program ini, evaluasi dan pembenahan serius diperlukan untuk memastikan keselamatan dan efektivitas pelaksanaan program internship dokter di Indonesia.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.