Connect with us

PERISTIWA

Generasi Z Jerman Siap Demo, Demi Anggaran Pendidikan

Generasi Z di Jerman bersiap menggelar demo nasional menolak pemangkasan anggaran pendidikan, biaya hidup mahal, dan wajib militer.

Published

on

PANTAU24.com – Generasi Z di Jerman bersiap menggelar demo nasional menolak pemangkasan anggaran pendidikan dan kenaikan biaya hidup, serta memprotes wacana pemberlakuan kembali wajib militer. Aksi yang direncanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 ini, melibatkan kelompok pemuda “Gen Z regelt” yang menggalang massa di seluruh negeri.

Para pekerja di Berlin telah memasang papan kayu untuk mengamankan toko Bvlgari dan lainnya, saat Jerman bersiap menghadapi gelombang unjuk rasa. Menurut Reuters, mahasiswa yang mengorganisir aksi mengatakan bahwa pemerintahan Kanselir Friedrich Merz tidak memberikan respons atas kekhawatiran mereka terkait pemangkasan anggaran dan beban ekonomi yang kian berat.

Lina Friedrich, salah satu penyelenggara aksi di Berlin yang berusia 21 tahun, mengungkapkan penolakannya terhadap kemungkinan mahasiswa diwajibkan mengikuti wajib militer selesai studi. “Kami tidak ingin perang,” tegasnya. Isu rencana wajib militer ini merupakan salah satu pendorong Generasi Z turun ke jalan.

Bersamaan dengan itu, mahasiswa menuntut peningkatan anggaran pendidikan. Sean Baker, mahasiswa Universitas Teknik Berlin, mengeluhkan kondisi fasilitas kampus dan kehidupan mahasiswa yang memburuk dalam beberapa tahun belakangan. Baker dan kelompok Campus Sanieren yang dipimpinnya berencana mengikuti demo, menginginkan pemerintah lebih memperhatikan renovasi kampus dan kualitas pendidikan.

Meskipun penyelenggara menyatakan aksi ini akan berlangsung damai, sejumlah toko di Berlin dan Frankfurt mulai mengambil langkah pengamanan. Hal ini bertujuan mengantisipasi kemungkinan kerusuhan, seperti yang terjadi dalam aksi mahasiswa di Prancis dan beberapa wilayah Eropa lain.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.