PERISTIWA
Seruan Boikot Produk Indonesia di Malaysia Tidak Berdampak, Kata Mendag
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan seruan boikot produk Indonesia di Malaysia hanya sementara dan tidak berdampak signifikan.
PANTAU24.com – Seruan boikot produk Indonesia di Malaysia mengemuka di media sosial, ditujukan kepada restoran-restoran Indonesia yang beroperasi di negara tersebut. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa aksi boikot ini tidak akan berdampak besar pada hubungan dagang antara kedua negara. “Ini kan mungkin cuman ya karena sesaat aja,” ujarnya saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Budi menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk menyikapi isu ini. Ia mengatakan, “Kami sudah komunikasi juga dengan atase perdagangan, dengan perwakilan KBRI. Ini nggak ada masalah, oke aja, nggak ada masalah,” jelas Budi.
Boikot ini berawal dari unggahan akun media sosial @mee.zsa yang mengajak warganet Malaysia untuk memboikot produk kuliner Indonesia, seperti kopi, teh, dan es krim dari berbagai merek yang beroperasi di Malaysia. Akun tersebut menyajikan daftar nama franchise milik Indonesia seperti Kenangan Coffee dan Ai-Cha Ice Cream & Tea.
Dalam penjelasannya, pengunggah utas di Threads menegaskan bahwa seruan boikot bukanlah akibat kekalahan dalam pertandingan bola, melainkan karena dugaan penghinaan terhadap Raja Malaysia oleh warganet Indonesia. “Sebenarnya tiada niat ribut dengan orang Indonesia, tapi kenapa mereka menghina Raja kita,” ujarnya.
Menurut laporan detikFood, pengunggah menyatakan kemarahan karena berbagai unggahan di media sosial yang dianggap menghina mantan pemimpin mereka. Meski begitu, Menteri Budi optimistis bahwa situasi ini tidak akan mempengaruhi stabilitas perdagangan kedua negara.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login