Connect with us

PERISTIWA

Pengusaha EBT Kembangkan Jurus Gaet Investasi Proyek PLTS

PT Arkora Hydro Tbk kembangkan strategi pembiayaan dan menghadapi tantangan lahan dalam proyek energi terbarukan PLTS.

Published

on

PANTAU24.com – Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), Aldo Artoko, menyoroti tantangan yang dihadapi dalam memperluas sumber pembiayaan untuk ekspansi bisnis energi baru dan terbarukan (EBT). Aldo menyebutkan bahwa pengusahaan hydro power dan energi listrik surya memerlukan dukungan kontrak jual-beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) bersama PLN sebagai harapan untuk mendanai proyek-proyek tersebut.

Tidak hanya itu, ketersediaan lahan yang luas dan infrastruktur storage sistem menjadi kendala signifikan dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). ARKO optimistis terhadap prospek bisnis EBT yang menjanjikan sejalan dengan dukungan program transisi energi yang mengarah pada swasembada energi nasional.

Pada diskusi di program Squawk Box yang ditayangkan CNBC Indonesia, Aldo Artoko menjelaskan lebih lanjut mengenai prospek dan tantangan dalam pengembangan bisnis energi hijau di Indonesia. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, terutama dari kontrak penjualan listrik dengan PLN, penting untuk memastikan keberlanjutan investasi di sektor ini.

Aldo menekankan bahwa ketersediaan lahan dan sistem penyimpanan energi yang memadai adalah elemen krusial yang perlu diterapkan untuk mengakomodasi kebutuhan pembangkit energi surya. Kebutuhan ini semakin menonjol di tengah upaya mencapai target transisi energi yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Aldo juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam mewujudkan pengembangan energi terbarukan di Indonesia, guna mencapai tujuan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.