PERISTIWA
Keuangan AirAsia Tertekan, BPJS Kesehatan Upayakan Cair Rp 20 Triliun
AirAsia hadapi tekanan keuangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet, BPJS Kesehatan usahakan pemutihan Rp 20 triliun.
PANTAU24.com – Maskapai penerbangan AirAsia mengalami tekanan keuangan signifikan akibat lonjakan harga bahan bakar jet hingga 66 persen pada kuartal II menjadi rata-rata USD 183 per barel. Pemerintah Malaysia menyusun skenario pengalihan rute domestik kepada Malaysia Airlines dan Batik Air untuk mengatasi situasi ini.
AirAsia memegang kendali 40 persen pasar penerbangan di Malaysia dan 60 persen pasar domestiknya. Namun, beban keuangannya besar dengan liabilitas lancar mencapai 18,4 miliar ringgit atau sekitar USD 4,51 miliar per 30 Juni. Ditambah utang biaya pendaratan dan parkir sebesar 500 juta ringgit kepada operator bandara Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB).
Untuk mengatasi tekanan ini, AirAsia tengah berusaha menggalang dana hingga USD 1 miliar dari pasar utang internasional dan fasilitas kredit lokal sebesar 700 juta ringgit, meski analis menilai kebutuhan modalnya bisa mencapai USD 3 miliar.
Sementara itu, BPJS Kesehatan di Indonesia tengah mengadvokasi pencairan dana Rp 20 triliun dari Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. Dana ini dialokasikan untuk program pemutihan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan harapan dapat memulihkan status kepesertaan aktif dari 23 juta peserta yang saat ini nonaktif.
Program pemutihan ini penting untuk memperbaiki struktur kolektibilitas, menggunakan dua skema: pemutihan satu kali bagi PBPU nonaktif kelas 3 yang beralih jadi PBI, dan penghapusan piutang iuran penuh untuk masyarakat miskin yang terdata resmi.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login