Connect with us

PERISTIWA

Pemerintah Tahan Harga Pertalite, Ekonom Bahas Dampaknya ke Inflasi

Pemerintah Indonesia menahan harga Pertalite saat harga minyak dunia melonjak, guna mencegah inflasi dan menjaga daya beli.

Published

on

PANTAU24.com – Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menahan harga Pertalite di tengah gejolak harga minyak dunia. Keputusan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi, sebagaimana disampaikan oleh ekonom Universitas Negeri Manado, Dr. Robert R. Winerungan. “Saya kira itu keputusan yang sangat bijak oleh pemerintah. Karena apabila pemerintah juga menaikkan harga Pertalite, maka inflasi bisa tidak terkendali,” kata Robert, Selasa (15/9/2026).

Robert menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM akan memberikan efek berantai terhadap biaya transportasi dan harga barang-barang kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah perlu mencegah harga Pertalite mengikuti mekanisme pasar. “Intervensi melalui kebijakan harga diperlukan karena Pertalite dikonsumsi luas oleh masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mencatat bahwa mempertahankan harga Pertalite Rp10.000 per liter saat harga minyak dunia mencapai USD 107 per barel dapat meningkatkan beban APBN. Namun, subsidi ini diperlukan untuk menekan inflasi dan mempertahankan daya beli. “Memang subsidi bisa membengkak. Tapi manfaatnya, inflasi kita tidak terlalu tinggi,” ujar Robert.

Analisis lainnya disampaikan oleh pakar kebijakan publik Universitas Padjadjaran, Bonti Wiradinata, yang mengungkapkan pentingnya mempertimbangkan stabilitas sosial dan politik dalam kebijakan ini. “Kita harus melihatnya dalam strukturnya, tidak hanya dari aspek ekonomi saja,” katanya, menegaskan pentingnya stabilitas ketika harga energi global bergejolak.

Meski langkah ini memiliki konsekuensi pada postur anggaran, Bonti melihat kebijakan ini tepat dan memprediksi subsidi energi dapat berkurang tahun depan jika kondisi geopolitik menjadi lebih terkendali, utamanya setelah Amerika Serikat mengeksploitasi sumber minyak baru di Venezuela.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.