Connect with us

PERISTIWA

Alasan Penerbangan Dihentikan Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau berpotensi merusak mesin pesawat, menyebabkan penghentian sementara penerbangan demi keselamatan.

Published

on

PANTAU24.com – Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau telah mempengaruhi penerbangan di berbagai wilayah di Indonesia, dengan dampak yang lebih dari sekadar pengurangan jarak pandang. Risiko utama yang ditimbulkan adalah potensi kerusakan mesin dan komponen pesawat.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi kembali pada awal September 2026, menyebabkan sebaran abu yang mencapai wilayah Jawa dan Sumatra, termasuk Jakarta. Akibatnya, beberapa bandara terpaksa menutup sementara kegiatan operasional penerbangan sebagai tindakan pencegahan keselamatan.

Pada tanggal 6 September 2026, sebaran abu dilaporkan mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki di sekitar Sumatra. Kondisi ini menyebabkan lebih dari 1.500 penerbangan serta sekitar 170.000 penumpang terdampak di sejumlah bandara.

Abu vulkanik, berbeda dengan debu biasa, terdiri dari pecahan batuan dan mineral kecil yang bersifat abrasif dan dapat menyebar jauh dari sumber erupsi. United States Geological Survey (USGS) mengingatkan bahwa abu ini dapat mengancam penerbangan bahkan saat pesawat berada jauh dari lokasi gunung api.

Risiko terbesar adalah partikel abu yang dapat tersedot ke dalam mesin jet pesawat, mengganggu aliran udara, dan kemampuan mesin. Seperti kejadian pada 1982, saat sebuah Boeing 747 mengalami kehilangan daya dorong akibat masuknya abu Galunggung ke dalam mesin, menunjukkan keparahan masalah ini. Data USGS menunjukkan bahwa dari 129 insiden serupa yang didokumentasikan hingga 2009, sebagian besar menyebabkan kerusakan pesawat atau mesin.

Fakta menarik dan bermanfaat

Paparan abu ini juga dapat mempercepat keausan komponen pesawat dan menyebabkan goresan pada kaca depan, mengurangi visibilitas pilot. Menyadari bahaya ini, pengendalian lalu lintas udara harus menilai berbagai faktor, termasuk lokasi dan ketinggian awan abu, sebelum menentukan kebijakan penerbangan. Awan abu tidak selalu mudah dikenali dengan penglihatan biasa, sehingga kewaspadaan ekstra diperlukan agar penerbangan tetap aman.

Diolah dari laporan Antara – Ekonomi.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.