Connect with us

PERISTIWA

Sindikat India Palsukan Label Kedaluwarsa Produk Nestle dan Pepsi

Sindikat di India memalsukan label kedaluwarsa produk Nestle dan Pepsi untuk ekspor. Temuan ini diungkap otoritas dalam penggerebekan di Mumbai.

Published

on

PANTAU24.com – Otoritas di India berhasil membongkar operasi ilegal berskala besar di Mumbai yang memalsukan tanggal kedaluwarsa dan informasi nutrisi pada produk makanan dari merek-merek ternama seperti PepsiCo, Nestle, Coca-Cola, dan Unilever. Produk-produk palsu ini ditujukan untuk diekspor ke berbagai negara lain.

Menurut laporan Reuters, Rabu (2/9/2026), penggerebekan dilakukan setelah petugas keamanan pangan melakukan investigasi intensif selama enam hari di sebuah gudang. Barang yang disita bernilai hampir US$ 80.000 atau sekitar Rp 1,41 miliar. Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan bahan kimia pelarut untuk menghapus tanggal kedaluwarsa, mesin cetak pengganti, serta puluhan paket label untuk berbagai merek, termasuk keripik kentang Lay’s dan mi Maggi.

Gudang yang terletak di kawasan industri Navi Mumbai tersebut dikelola oleh perusahaan swasta Sadhana Enterprises. Pemilik mengklaim aktivitas ini dilakukan atas nama 19 eksportir yang kurang dikenal. Selain itu, ditemukan hampir 5.000 karton produk seperti Lay’s, Kurkure dari PepsiCo, Maggi dari Nestle, dan produk lain dari Unilever dan Coca-Cola dengan tanggal kedaluwarsa yang telah dihapus.

Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Maharashtra, Tukaram Mundhe, mengatakan bahwa kasus ini memperlihatkan pelanggaran yang sistematis dan terorganisasi. “Saya benar-benar terkejut dengan skalanya. Ini seperti aktivitas yang terorganisasi. Ini telah dilakukan secara sistematis,” ungkapnya.

Produk-produk tersebut dicetak ulang dengan tanggal produksi fiktif, bahkan beberapa di antaranya memiliki tanggal produksi di masa depan, seperti pada 2 Oktober 2026. Selain itu, sindikat ini juga menempelkan label nutrisi palsu yang mengurangi keterangan kuantitas sereal hingga 10%, mengubah jumlah kalori, dan menambahkan label “Product of India” agar terlihat siap ekspor.

Fakta menarik dan bermanfaat

Mundhe menyerukan pentingnya akuntabilitas rantai pasokan dari perusahaan-perusahaan global tersebut. Hingga kini, raksasa bisnis seperti PepsiCo, Nestle, Unilever, dan Coca-Cola belum memberi tanggapan terkait temuan ini. Pemilik gudang, Jayprakash Sanchatiram Singh dan Jaya Navrang Bahadur Singh, tidak dapat dihubungi, dan belum jelas apakah ada penangkapan resmi dilakukan.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.