PERISTIWA
Iran Luncurkan Serangan ke Pangkalan AS di Timur Tengah
Iran melancarkan serangan ke pangkalan AS di Timur Tengah setelah laporan serangan AS menewaskan lima orang di Iran.
PANTAU24.com – Teheran telah meluncurkan serangan berupa misil dan drone ke sejumlah target AS di Yordania, Kuwait, Irak, dan Bahrain setelah pasukan Amerika melanjutkan serangan terhadap Iran pada Selasa. Serangan ini terjadi setelah laporan bahwa pecahan misil AS menghantam sebuah rumah di Sirik, Iran selatan, menewaskan lima orang termasuk seorang anak, dan melukai lebih dari 50 orang lainnya.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan bahwa serangan AS terhadap Iran dilakukan setelah “serangan percobaan baru-baru ini” oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan pasukan Amerika di wilayah tersebut. IRGC menyatakan AS akan “menyesal” atas serangan tersebut. Menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, sebelum Rabu pagi, IRGC telah meluncurkan sejumlah misil balistik ke pangkalan Marinir AS di Aqaba, Yordania sebagai balasan atas serangan di Sirik.
Angkatan Bersenjata Yordania mengumumkan bahwa mereka berhasil mencegat 13 misil balistik, 10 di antaranya berhasil dihancurkan, sementara tiga lainnya jatuh di daerah terpencil. Tidak ada korban jiwa atau cedera dilaporkan. Secara terpisah, tentara Kuwait menyatakan pertahanan udaranya menanggapi serangan misil Iran pada Rabu pagi. Beberapa ledakan juga dilaporkan di Bahrain, menurut media negara Iran.
Kantor berita Irna melaporkan bahwa IRGC juga menyerang pangkalan AS di wilayah otonomi Kurdistan di Irak, menghancurkan pusat pemeliharaan, gudang, dan peralatan. Serangan AS telah dilanjutkan setelah jeda selama sekitar satu bulan, dengan klaim menghantam dua peluncur roket yang digunakan untuk menanam ranjau di Selat Hormuz. Teheran membalas dengan menembakkan misil ke pangkalan udara di Yordania dan drone ke UAE.
Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, berbicara mewakili Centcom, mengatakan kepada BBC bahwa mereka mengetahui laporan dari media negara Iran tentang serangan di Sirik. Dia menambahkan, “Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti IRGC.”
Diolah dari laporan BBC News.


You must be logged in to post a comment Login