Connect with us

PERISTIWA

Kapan Guru Dapat Dikatakan Berhasil dalam Deep Learning?

Keberhasilan dalam pembelajaran mendalam diukur dari perubahan pada siswa, bukan sekadar metode atau nilai tinggi.

Published

on

PANTAU24.com – Ada pertanyaan penting yang perlu kita diskusikan: kapan seorang guru dapat dikatakan berhasil mengajar dengan pendekatan pembelajaran mendalam (PM)? Apakah saat materi selesai disampaikan, kelas tertib, atau siswa memperoleh nilai tinggi? Dalam perspektif PM, keberhasilan guru harus dilihat dari perubahan pada diri siswa setelah mengalami pembelajaran.

Dalam pembelajaran mendalam, guru tidak hanya dinilai dari seberapa baik mereka menjelaskan materi, tetapi dari seberapa dalam siswa belajar. Pertanyaan utama bukan hanya, “Apakah materi sudah selesai diajarkan?”, melainkan, “Apa yang benar-benar dipahami siswa, dan apa yang mampu mereka refleksikan?”. Menurut Fullan, Quinn, dan McEachen (2018), guru dalam PM bertindak sebagai aktivator, merancang pengalaman bagi siswa untuk membangun kompetensi mereka.

Indikator pertama keberhasilan adalah hidupnya tiga prinsip PM: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Siswa harus memahami tujuan belajar dan mampu mengelola strategi belajarnya. Keberhasilan guru terlihat ketika kesadaran belajar tumbuh dalam diri siswa, bukan hanya akibat perintah atau tekanan nilai. Pembelajaran haruslah bermakna, menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman dan persoalan nyata siswa.

Indikator kedua adalah proses belajar yang mencakup memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru belum berhasil jika siswa hanya mampu mengulang informasi tanpa pemahaman mendalam. Refleksi memungkinkan siswa mengenali proses belajarnya, memahami bagian yang sulit, strategi efektif, dan memperbaiki kesalahan.

Indikator ketiga adalah berkembangnya delapan dimensi profil lulusan, termasuk keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Guru memilih dimensi relevan dengan tujuan pembelajaran dan mendesain aktivitas untuk menumbuhkannya. Keberhasilan juga tercermin dari kualitas kerangka pembelajaran yang mengelola praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, dan teknologi digital.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.