PERISTIWA
Ketegangan Turki-Israel Meningkat di Timur Tengah
Ketegangan Turki-Israel semakin meningkat di Timur Tengah dengan aksi saling serang dan tudingan tajam antara kedua negara.
PANTAU24.com – Ketegangan antara Turki dan Israel kembali meningkat setelah Israel melakukan serangan udara ke sebuah pangkalan udara nonaktif di utara Suriah pekan lalu. Serangan tersebut diklaim oleh Israel sebagai tindakan pencegahan terhadap adanya dugaan penempatan pasukan Turki di lokasi tersebut. Turki dan Suriah sama-sama membantah adanya rencana pengerahan pasukan, sementara serangan itu sendiri dilaporkan tidak menyebabkan korban jiwa. Duta Besar AS untuk Turki dan utusan khusus untuk Suriah dan Irak, Tom Barrack, mengkritik tindakan Israel tersebut sebagai eskalasi yang tidak perlu.
Rivalitas antara Turki dan Israel sebenarnya bukan hal baru, namun dalam beberapa tahun terakhir menjadi semakin terbuka dan tajam. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sering kali melontarkan kritik pedas kepada Israel, termasuk menyebut negara tersebut sebagai “negara teror” dan membandingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Hitler. Netanyahu menanggapi dengan menyebut Erdogan sebagai diktator antisemit, dan beberapa pejabat Israel menuding Turki mendukung terorisme serta bertindak seperti negara musuh.
Sehari setelah serangan terhadap Suriah, Netanyahu melalui video di media sosial menegaskan bahwa Israel tidak akan menerima kehadiran militer Turki yang meluas ke selatan karena dinilai mengancam keamanan negaranya. Dua hari kemudian, Turki mengungkapkan upaya penangkapan Netanyahu lewat Interpol atas tuduhan genosida dan penyiksaan, terkait insiden domestik Turki tentang perlakuan Israel terhadap aktivis pro-Palestina yang dicegat di laut dalam perjalanan ke Gaza.
Para analis menyebut akar dari ketegangan ini berasal dari dua peristiwa besar. Pertama, perang Israel di Gaza yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel, sementara serangan balasan Israel menewaskan sekitar 73.000 orang di Gaza, termasuk banyak perempuan dan anak-anak. Kedua, jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah akhir 2024, yang melahirkan pemerintahan baru di bawah Ahmed al-Sharaa yang dekat dengan Turki namun dicurigai oleh Israel.
Pertikaian antara Turki dan Israel juga meluas ke kawasan lain seperti Tanduk Afrika dan Mediterania Timur. Di Afrika, Turki memiliki hubungan erat dengan Somalia, sedangkan Israel menyatakan pengakuan kemerdekaan untuk Somaliland pada Desember lalu, yang langsung dikecam oleh Erdogan. Di Mediterania, Israel meningkatkan kerja sama militer dan energi dengan Yunani dan Siprus, yang memiliki sengketa wilayah dengan Turki.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login