PERISTIWA
Pemkab Banjar Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap
Pemkab Banjar menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh untuk melindungi siswa dari kabut asap akibat karhutla.
PANTAU24.com – Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, akan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil seiring meningkatnya kabut asap di beberapa wilayah, yang berdampak pada kualitas udara dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh sekolah setempat untuk memantau kondisi udara dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran berdasarkan situasi masing-masing wilayah. “Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk,” ujar Liana Penny di Martapura, Sabtu (29/8).
Menurut Liana, sekolah diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung dan segera melakukan penyesuaian apabila kabut asap semakin pekat serta berpotensi mengganggu kesehatan. PJJ disiapkan agar proses pendidikan tidak terhenti meskipun kualitas udara tidak memungkinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Liana menjelaskan bahwa penerapan PJJ tidak dilakukan secara seragam, namun berdasarkan kondisi wilayah dan perkembangan kabut asap. Sekolah memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan pola pembelajaran dengan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah. “Pembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman,” katanya.
Pemkab Banjar juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani karhutla dan memantau perkembangan kualitas udara. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan pada saat kabut asap memburuk, menggunakan masker, serta meningkatkan kewaspadaan terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login