PERISTIWA
Kimia Farma Hadapi Masalah Keuangan Akibat Investasi Berlebih
Kimia Farma menghadapi masalah keuangan akibat investasi berlebih. Restrukturisasi dilakukan untuk menyelamatkan kondisi finansial perusahaan.
PANTAU24.com – Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan langkah penataan ulang berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini, menurut Dony, bertujuan untuk meningkatkan kinerja BUMN dan tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.
Dony menjelaskan bahwa upaya perbaikan di berbagai perusahaan BUMN, seperti Telkomsel dan PT Pos, akan menekan biaya kerugian hingga mencapai penghematan sebesar Rp 60 triliun. “Upaya ini tidak akan mengakibatkan PHK,” kata Dony. Dari sisi BUMN farmasi, transformasi dilakukan melalui holding di bawah Bio Farma, di mana Kimia Farma mengalami perbaikan akibat persoalan keuangan yang dalam.
Masalah keuangan Kimia Farma diakibatkan oleh investasi yang tidak terukur, seperti pembangunan pabrik besar dengan tingkat utilisasi rendah dan investasi di Kimia Farma apotek yang memiliki 1.000 apotek. Menurut Dony, Danantara telah melakukan restrukturisasi manajemen dan bisnis Kimia Farma, yang kini sudah mencatatkan keuntungan.
Selain Kimia Farma, Indofarma menghadapi persoalan lebih serius dengan anak usahanya, PT Indofarma Global Medika (IGM), yang mengalami proses kepailitan. Upaya reformasi dan transformasi di bawah naungan BPI Danantara ini bertujuan untuk menyelamatkan dan memperkuat kinerja berbagai BUMN yang ada.
Perkembangan reformasi BUMN di bawah BPI Danantara dibahas lebih lanjut dalam dialog yang dilakukan oleh Andi Shalini bersama Dony Oskaria dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login