Connect with us

PERISTIWA

DPC Gerindra Semarang Minta Budi Arie Setiadi Jaga Kondusivitas

DPC Gerindra Semarang meminta Budi Arie Setiadi tidak membuat pernyataan kontroversial yang memicu kegaduhan politik.

Published

on

PANTAU24.com – DPC Partai Gerindra Kota Semarang menyatakan ketidakpuasan atas pernyataan Ketua Projo, Budi Arie Setiadi, yang mengusulkan kemungkinan perlaksanaan pemilu lebih cepat dari jadwal seharusnya. Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, meminta Budi Arie tidak menerbitkan pernyataan yang bisa memicu kegaduhan.

Joko Santoso menegaskan bahwa pernyataan Budi Arie dapat mengganggu stabilitas konstitusi negara, yang menetapkan pemilu setiap lima tahun sekali. “Ketika ada wacana yang dilontarkan oleh BAS (Budi Arie Setiadi) yang mewacanakan pemilu sebelum tahun 2029, tentu saya sebagai anak dari Prabowo, sebagai kader Gerindra merasa ini orang membuat gaduh terhadap kegiatan politik yang sudah diatur oleh konstitusi bahwa pemilu dilakukan 5 tahun sekali,” jelas Joko kepada wartawan, Rabu (26/8).

Ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut bisa mengalihkan fokus pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, dari tugas-tugas penting seperti menangani bencana kebakaran hutan dan lahan serta bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Di sisi lain ada orang yang mencoba mengalihkan isu yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia, yang sedang menolong korban bencana. Ini adalah sebuah narasi yang disampaikan BAS ini untuk mengalihkan perhatian itu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Joko meminta Budi Arie untuk menghentikan pernyataannya yang dianggap mengganggu ketenangan masyarakat. “Jadi BAS ini sudah berulang kali membuat statement yang malah membuat gaduh. Jadi saya berharap seorang BAS ini agar segera sadar diri, sadar posisi agar tidak membuat gaduh perpolitikan. Masyarakat Indonesia yang saat ini sedang menikmati enak-enaknya program Prabowo,” tegas Joko.

Kader Gerindra lainnya, Herlambang, juga menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo sebaiknya menegur Budi Arie. “Saya tambahkan, saya mohon untuk Pak Jokowi juga segera menegur, untuk matur kepada Budi Arie sebagai orang Jawa, enggak pantas lah ngomong seperti itu karena pernyataan seperti itu kan sangat provokatif,” ujar Herlambang.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.