PERISTIWA
Iran Susun Strategi Baru Hadapi AS, Fokus pada Agresi Taktis
Iran menyusun strategi baru untuk menghadapi AS dengan fokus pada agresi taktis setelah kadaluwarsa MoU damai.
PANTAU24.com – Kepemimpinan Iran saat ini tengah merancang strategi baru untuk menghadapi Amerika Serikat (AS), dengan fokus pada “operasi ofensif untuk konfrontasi berkelanjutan.” Langkah ini diambil ketika Presiden AS Donald Trump masih mencari solusi atas konflik yang dia mulai enam bulan lalu. Menurut laporan CNN International, kebijakan baru ini diumumkan menyusul kadaluwarsanya Nota Kesepahaman (MoU) untuk menghentikan perang antara AS dan Iran, sementara sengketa atas Selat Hormuz tetap berlangsung.
Strategi baru Iran diawali dengan penerbitan dekrit oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dekrit tersebut menginstruksikan perubahan struktur keamanan negara, termasuk penunjukan Ahmad Vahidi sebagai Kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) untuk “mempersiapkan operasi ofensif yang kuat terhadap musuh.” Penasihat Khamenei, Mohammad Mokhber menyatakan bahwa perubahan ini dapat “mengubah keseimbangan kekuatan di dunia.”
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaie, juga meyakini bahwa berhadapan langsung dengan AS dapat memberikan konsesi lebih. Dia menyatakan, “satu-satunya cara untuk mendapatkan konsesi dari AS adalah dengan melanjutkan pertempuran dan memberikan penderitaan konstan pada Trump.” Deputi Politik IRGC, Brigadir Jenderal Yadollah Javani, memaparkan bahwa strategi ini akan diawali oleh tindakan defensif, “Tindakan Iran bersifat defensif, meskipun mereka juga dapat mengambil aspek ofensif di masa depan,” ujarnya.
Analis Royal United Services Institute, H.A. Hellyer, menjelaskan bahwa Iran percaya diri dengan keunggulan militernya untuk menguasai ruang, geografi, serta waktu dalam konflik dengan AS. Dia menyatakan bahwa inovasi dalam drone dan rudal balistik bermanuver dengan hulu ledak klaster menjadi bagian dari strategi ini, yang juga mencakup ancaman perang asimetris seperti sabotase infrastruktur minyak.
Sementara itu, Iran terus memantapkan pengaruhnya melalui sekutu proksinya di Timur Tengah, seperti milisi Houthi di Yaman dan kelompok di Irak, yang semakin aktif menargetkan infrastruktur energi Arab Saudi. Sebuah kunjungan yang dilakukan diam-diam oleh Komandan Pasukan Quds, Esmail Qaani, ke Baghdad menegaskan dukungan Iran terhadap sekutunya meskipun sedang menghadapi tekanan internasional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login