PERISTIWA
Malaysia Berpeluang Menjadi Negara Kaya Berikutnya di Asia
Mantan Menkeu Indonesia memprediksi Malaysia berpeluang menjadi negara berpendapatan tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
PANTAU24.com – Mantan Menteri Keuangan Indonesia, Bambang P.S. Brodjonegoro, menyatakan bahwa Malaysia berpeluang besar menjadi negara berpendapatan tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Penilaian ini disampaikannya dalam Forum Inovasi Investasi Teknologi Danantara 2026, di mana ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh negara-negara Asia untuk mencapai status ekonomi tersebut.
Bambang menjelaskan bahwa Asia masih tertinggal dibandingkan dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur dalam hal transformasi ekonomi, sebagian besar disebabkan oleh dukungan Uni Eropa terhadap kawasan tersebut. “Sayangnya, saat ini Asia sedikit tertinggal dibandingkan dengan Uni Eropa. Kita tidak memiliki banyak negara yang berhasil naik menjadi negara berpendapatan tinggi,” ujarnya.
Menurut Bambang, pengalaman Uni Eropa yang berhasil mengindustrialisasi negara-negara Eropa Tengah dan Timur bisa dijadikan pelajaran berharga bagi kawasan Asia. Meskipun manufaktur dan ekspor tetap menjadi komponen penting, ia menekankan perlunya pendekatan baru yang memperkuat adaptasi teknologi dan inovasi.
Lebih lanjut, Bambang menilai bahwa teknologi, khususnya kecerdasan buatan, akan menjadi penentu daya saing ekonomi negara-negara di masa depan. Dia juga mencatat bahwa investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) perlu ditingkatkan. Sebagai perbandingan, Korea Selatan memiliki rasio investasi riset yang mencapai 5,3% dari PDB, sementara Singapura di angka 1,5%, dan Indonesia baru sekitar 0,3%.
Mengakhiri paparannya, Bambang menegaskan perlunya strategi pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah secara berkelanjutan untuk mencapai status ekonomi yang lebih tinggi. “Yang paling dekat saat ini adalah negara-negara ASEAN, yaitu Malaysia. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi negara berpendapatan tinggi,” jelasnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login