PERISTIWA
Bayi Meninggal Diduga Akibat Telur Mentah, Ini Fakta Kasus Alena
Bayi Alena meninggal setelah diberi telur mentah oleh neneknya, tindakan ini diduga untuk menurunkan demam, menurut pengakuan keluarga di Surabaya.
PANTAU24.com – Alena, seorang bayi perempuan berusia 28 hari, dilaporkan meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit di Surabaya. Dugaan sementara, bayi Alena diberi telur mentah oleh neneknya dalam upaya menurunkan demam. Informasi ini pertama kali disebarluaskan melalui akun media sosial milik @calisthaarisha, yang mengaku sebagai tante Alena. Unggahan tersebut menegaskan Alena mengalami kondisi kritis setelah menerima asupan yang tidak sesuai dengan usianya.
Akun @calisthaarisha menuliskan, “Belum genap 1 bulan usianya di dunia ini harus berjuang di karena keadaannya yg kritis setelah dicekokin neneknya sendiri telur mentah. Iya sekali lagi TELUR MENTAH!! gak kokk ga salah baca,” mempertegas pemberian telur mentah sebagai penyebab kritisnya kondisi Alena.
Setelah beberapa waktu, pengunggah menyampaikan kabar duka bahwa Alena telah meninggal dunia dan mengucapkan terima kasih atas doa dari warganet. Mereka juga meminta warganet menghormati kondisi Ariana, yang diduga ibu Alena, karena belum siap memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pihak RSUD Dr. Soetomo Surabaya mengonfirmasi bahwa Alena sempat mendapatkan perawatan di sana. Kepala Bagian Umum RSUD Dr. Soetomo, Robeth Jabbar, mengatakan tim medis telah memberikan penanganan sesuai dengan standar, namun nyawa Alena tidak tertolong. “Pasien tersebut memang benar sempat di rawat di RSDS dan tim medis telah memberikan upaya penanganan maksimal sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien. Namun pasien dinyatakan meninggal dunia (Minggu) pagi sekitar pukul 07.10 Wib,” ujar Robeth.
Kasus ini mengingatkan orang tua dan pengasuh akan pentingnya keamanan makanan bagi bayi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telur mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan salmonellosis. Dokter spesialis anak Cut Nurul Hafifah, SpA, menjelaskan, “Anak usia balita 4 kali lipat lebih berisiko mengalami gejala keracunan makanan berupa Salmonellosis dibandingkan dengan orang dewasa yang mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.” Gejala salmonellosis meliputi diare, demam, dan muntah.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login